Berita

 Network

 Partner

Beritabaru.co Webinar 3T
Denok Savitrie dalam pengantar Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T, pada Senin (2/8) siang.

Jajak Pendapat Program LeaN On: 47,25% Masyarakat Takut Dikucilkan Ketika Positif COVID-19

Berita Baru, Jakarta – Program LeaN On merupakan salah satu inisiatif yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan INVEST DM, yang didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) melalui program Empowering Access to Justice (MAJU) – The Asia Foundation (TAF).

Program ini menyelenggarakan jajak pendapat secara online tentang kesadaran masyarakat terkait upaya pemerintah dalam melakukan tes, telusur dan tindak lanjut (3T) di Indonesia, periode 29 Juli sampai 1 Agustus 2021.

Dari 673 responden yang mengisi kuisioner, 63,89% adalah laki-laki, 34,92% perempuan, dan 1,19% tidak menyebutkan jenis kelamin. Sebagian besar responden berasal dari Jawa Timur 31%, Jawa Tengah 19%, Jawa Barat 16%, DKI Jakarta 16%, DI Yogyakarta 15%, dan Sumatera Utara 3%.

Berita Terkait :  Museum Paris Kembali Bersiap Sambut Pengunjung

Hal itu disampaikan dalam paparan yang disampaikan oleh Denok Savitrie dalam pengantar Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T, pada Senin (2/8) siang.

Lebih lanjut Denok yang bertindak sebagai Host Webinar menjelaskan bahwa temuan umum dari jajak pendapat tersebut adalah mayoritas responden telah mengetahui penanganan COVID-19 terpadu haru meliputi 3M, vaksinasi dan 3T.

“78,01% responden telah mengetahui bahwa penanganan COVID-19 terpadu memerlukan praktek 3M, vaksinasi, dan 3T,” papar Denok.

Selain itu, jajak pendapat ini juga menemukan alasan mengapa orang takut melakukan tes COVID-19. 47,25% responden takut tidak bisa mencari uang dan takut dikucilkan tetangga apabila terkonfirmasi positif COVID-19. Sedangkan 39,38% lainnya mengaku biaya tes mahal.

Berita Terkait :  Indonesia Perlu Skenario Doomsday Pasca Covid-19

“47,25% responden menjawab, kalau hasil tes menunjukkan hasil positif COVID-19, mereka tidak bisa mencari uang dan khawatir dikucilkan tetangga,” terang Denok.

Lebih lanjut paparan pemantik dari hasil jajak pendapat tersebut akan dibahas dalam Webinar yang dihadiri oleh Prof Sulfikar Amir dari Nanyang Technology University Singapura, Emil Elestianto Dardak – Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof Fachmi Idris dari Palang Merah Indonesia, Pritania Astari dari Pandemic Talks, Egi Abdul Hamid dari CISDI, Bima Arya – Ketua APEKSI, Sutan Riska Tuanku Kerajaan – Ketua Umum APKASI, dan Melva Elfrida Sihombing.

Berdasarkan informasi dari panitia, peserta Webinar yang hadir melalui platform zoom maupun kanal Youtube BNPB Indonesia dan Facebook Beritabaru.co adalah sebanyak 1006 orang.

Berita Terkait :  Kasus Covid-19 di Gresik Berpotensi Meningkat, ASN Diminta Jadi Teladan Penerapan Prokes