Ribuan Demonstran Hong Kong Abaikan Peringatan Polisi

Demonstran Hong Kong
Ratusan ribu demonstran memadati jalan-jalan kota Hong Kong hari Minggu (9/6).

Beritabaru.co, Internasional. – Setelah Sabtu kemarin (27/07) polisi Hong Kong menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan aksi unjuk rasa di Yuen Long. Kini ribuan demonstran kembali mengabaikan peringatan polisi dan nekat turun ke jalanan Hong Kong, Minggu 28 Juli 2019.

Sebagian demonstran mengenakan pakaian hitam serta serentak membawa payung berwarna sama, sembari meneriakkan slogan anti-polisi di sepanjang distrik bisnis perbelanjaan di Hong Kong.

Izin telah diberikan kepada massa aksi unjuk rasa di Chater Garden. Namun polisi melarang para demonstran untuk menyuarakan pendapat mereka di luar area tersebut.

Dikutip dari laman BBC, sejumlah pengunjuk rasa mengabaikan peringatan tersebut dan melangkah keluar dari Chater Garden. Mereka berjalan dari distrik bisnis di Central menuju Causeway Bay, sebuah area perbelanjaan.

Sebagian demonstran ada yang bergerak menuju ke arah barat di Sheung Wan, tempat beberapa kantor perwakilan Tiongkok berdiri. Ada juga yang berjalan menuju Wan Chai, lokasi berdirinya markas besar kepolisian Hong Kong.

Berita Terkait :  Pemimpin Hong Kong Berjanji Akan Mengamandemen RUU Ekstradisi

Saat berpawai, sejumlah demonstran meneriakkan slogan “rebut kembali Hong Kong” dan juga “revolusi sekarang.” Terdapat pula spanduk bertuliskan, “akhiri aksi kekerasan.”

Aksi itu merupakan respons atas kejadian pekan lalu, saat sekelompok pria bertopeng menyerang pengunjuk rasa pro-demonstrasi di Yuen Long.

Massa menuduh polisi Hong Kong lamban dalam merespons penyerangan di Yuen Long. Beberapa dari mereka bahkan menuduh aparat keamanan Hong Kong bekerja sama dengan sekelompok misterius bertopeng itu. Namun polisi dengan tegas membantahnya.

Akhir-akhir ini, Hong Kong telah dilanda gelombang aksi unjuk rasa besar yang berlangsung selama delapan pekan berturut-turut.

Aksi protes awalnya dipicu penentangan terhadap Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Namun saat proses pengesahan RUU Ekstradisi dihentikan, demonstrasi masih berlangsung hingga saat ini.

Pedemo kini menuntut berbagai hal di luar RUU Ekstradisi, termasuk mendesak pengunduran diri pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

 Penulis : Nafisa Fiana
 Sumber  : BBC 
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan