Netanyahu Tangguhkan Penerbangan dari AS ke Israel

-

Berita Baru, Internasional – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penangguhan semua penerbangan “dari AS dan penerbangan komersial lainnya” ke Israel sampai semua wisatawan yang tiba di negara itu dapat dibawa ke hotel karantina Home Front Command yang dikelola negara selama 14 hari.

Menurut sebuah pernyataan oleh kantor perdana menteri pada hari Sabtu (11/4), dikutip oleh The Times of Israel, penerbangan yang sudah terlanjur ditetapkan untuk Israel akan diizinkan mendarat tetapi tidak ada penerbangan baru yang akan diizinkan sampai ada solusi baru.

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghubungi Menteri Transportasi Bezalel Smutrich, dan memutuskan untuk menghentikan penerbangan dari AS dan penerbangan komersial lainnya sampai pertemuan kabinet dapat diadakan untuk menentukan semua orang yang kembali dari luar negeri dikarantina di hotel-hotel yang ditunjuk di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan,” demikian pernyataan resmi pemerintah.

Berita Terkait :  Vaksin COVID-19 Akan Diserahkan untuk Uji Coba Klinis bulan April

Langkah ini mengikuti kasus di mana penerbangan United Airlines dari New York tiba di bandara Ben Gurion pada Sabtu (11/4) pagi meskipun dalam status karantina wilayah (lockdown).

Menurut The Times of Israel, sekitar 80 penumpang dalam penerbangan diizinkan meninggalkan bandara tanpa pemeriksaan suhu pencegahan atau pertanyaan tentang kondisi kesehatan mereka ataupun di mana mereka berada, meskipun itu adalah prosedur wajib untuk semua kedatangan.

Berita Terkait :  Para Tokoh Dunia Bicara Soal 'Darurat Iklim'
Berita Terkait :  Persidangan Netanyahu Memanas, Dukungan dan Kritikan Mengalir Deras

Hanya tujuh penumpang dari penerbangan New York dipindahkan ke hotel karantina yang dikelola negara sesuai dengan perintah Netanyahu pekan lalu.

“Berlanjutnya kedatangan penerbangan dari New York dan kegagalan untuk mengirim penumpang ke hotel-hotel [khusus] lalai,” ujar seorang pejabat Departemen Kesehatan pada hari Sabtu (11/4) sebagaimana dikutip The Times of Israel.

Dari pada ditutup atau ditangguhkan, Departemen Kesehatan telah mengatakan bahwa akan lebih memilih agar semua penumpang dibawa ke hotel karantina. Lalu para penumpang yang dapat membuktikan bahwa mereka dapat mengisolasi diri, mereka diizinkan untuk pergi sendiri karena begitulah “komplikasi hukum dan prosedurnya.”

Keputusan Presiden AS tentang Sanksi

Keputusan Netanyahu mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump bahwa AS akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang menyangkal atau “secara tidak wajar menunda” penerimaan warganya yang bepergian dari AS.

Berita Terkait :  Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Hadapi Tantangan dan Penolakan dari Sayap Kanan
Berita Terkait :  Wanita hamil yang sering minum kopi berdampak terhadap ukuran janin

“Negara-negara yang menolak atau secara tidak masuk akal menunda penerimaan warga negara mereka, warga negara, warga negara, atau penduduk dari Amerika Serikat selama pandemi yang sedang berlangsung yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 menciptakan risiko kesehatan masyarakat yang tidak dapat diterima bagi orang Amerika. Amerika Serikat harus dapat melakukan efek pemulangan warga negara asing yang melanggar hukum Amerika Serikat,” ujar Trump dalam sebuah memorandum pada Jumat malam (10/4).

Trump telah menyatakan bahwa ia adalah sekutu dekat kepemimpinan Israel saat ini, meskipun perintahnya memberi Sekretaris Negara kemampuan untuk menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang membatasi perjalanan dari AS dan menghapusnya jika ada upaya yang dilakukan untuk mengizinkan warga negara masuk.

Berita Terkait :  Presiden Israel Enggan Mengampuni Netanyuhu

The Times of Israel juga melaporkan, menurut data dari Pusat Informasi dan Pengetahuan Nasional Virus Korona, sekitar sepertiga dari infeksi COVID-19 di Israel terjadi pada mereka yang telah kembali dari luar negeri, khususnya berasal dari New York.

Negara-negara di seluruh dunia telah menerapkan pembatasan perjalanan untuk memperlambat penyebaran pandemi virus korona.


SumberSputnik News
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments