Berita

 Network

 Partner

Mulai Disalurkan, 74.648 Keluarga di Gresik Terima Bansos Beras Kemensos

Mulai Disalurkan, 74.648 Keluarga di Gresik Terima Bansos Beras Kemensos

Berita Baru, Gresik – Bantuan Sosial Beras (BSB) masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai disalurkan di Kabupaten Gresik. Penyaluran bantuan dengan total sebanyak 86.453 ton beras ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa (27/7).

Kepala Dinas Sosial Gresik Sentot Supriyohadi mengatakan, bantuan yang berasal dari Kementrian Sosial (Kemensos RI) itu akan disalurkan melalui Perum Bulog, masing-masing keluarga penerima akan mendapat bantuan beras sebanyak 10 kilogram dengan jumlah total keluarga penerima se-Gresik sebanyak 74.648 KPM. Jumlah tersebut terdiri dari 46.167 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan 28.481 KPM Program Bantuan Sosisal Tunai (BST), dengan total bantuan beras sosial untuk Kabupaten Gresik sebanyak 746.480 kg beras.

“Total bantuannya sebanyak 746.480 kg beras, dan disalurkan kepada 46.167 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan 28.481 KPM Program Bantuan Sosisal Tunai (BST), dengan total bantuan beras sosial untuk Kabupaten Gresik sebanyak 746.480 kg beras. Masing-masing keluarga penerima bantuan akan mendapat 10 kg beras,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berujar, pemerintah Kabupaten Gresik menyalurkan bantuan dari Kemensos RI sebagai bantalan sosial meringankan beban bagi warga terdampak Covid-19.

“Bantuan ini akan disalurkan bagi KPM khususnya warga terdampak Covid-19, dan kami terus menghimpun dari seluruh elemen sebagai upaya bantalan sosial dan membantu agar meringankan beban warga selama pandemi Covid-19,” katanya.

Berita Terkait :  Bupati Pemalang Resmikan KA Eksekutif Argo Cirebon

Selama PPKM Darurat, Bupati Gus Yani menjelaskan, beragam upaya telah dilakukan Pemkab Gresik untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Di antaranya, mendirikan Posko Darurat Covid-19 Gresik, dengan dibantu sejumlah badan dan lembaga amil zakat (BSZ/LAZ) yang mengelola.

“Insya Allah BAZ dan LAZ sudah berjuang selama 3 minggu mengelola posko darurat untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman), termasuk kebutuhan hazmat dan multivitamin. Hampir semua masyarakat kenal posko darurat,” tukasnya.

Senada disampaikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, ia menyatakan bahwa pemerintah sejauh ini terus berupaya maksimal membantu warga terdampak PPKM darurat. Dalam waktu dekat, akan ada tambahan bantuan dari Korps Korpri. Selain itu, dirinya bersama bupati juga akan memberikan gajinya untuk warga terdampak Covid-19.

Berita Terkait :  Punya Mobil Alphard dan BUMDes Beromset Rp4 M Pertahun, Desa Sekapuk Jadi Desa Miliarder di Gresik

“Insya Allah dengan jalan kebersamaan, kesulitan bisa disanggah bersama-sama. Kami minta camat, lurah, kades, dan lainnya bekerja sama,” jelasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0817 Letkol Inf. Taufik Ismail, Kepala Disparbud Agustin H. Sinaga, Plt. Asisten I Tursulowanto Harijogi, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara Nur Juliansa Rahman, Camat Kebomas Miftahul Huda, Sekcam Kebomas Zainul Arifin, Camat Gresik Purwanto, Camat Manyar Nadlelah, Ketua Posko Darurat Covid-19 Gresik Zainal Abidin, Koordinator Pendamping PKH Lestari Widodo dan Diana Tri Ningtyas.