Berita

 Network

 Partner

Di Filipina

Lima WNI yang Disandera Abu Sayyaf di Filipina Belum Diketahui Nasibnya

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) belum memastikan kabar penahanan lima nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) di Filipina.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).

Menurut Faizasyah, pihaknya masih mengkonfirmasi kabar tersebut karena berita masih simpang siur.

“Sedang dikonfirmasi dengan KBRI Manila dan beritanya memang masih simpang siur, sehingga perlu ditanyakan ke perwakilan kita yang ada di Filipina,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan lima nelayan Indonesia ditahan kelompok yang membantu mereka bebas dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Sumber intelijen regional mengatakan perantara keluarga para sandera nelayan dari Indonesia, telah menyelesaikan tuntutan kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin sub-komandan Mike Apo.

Berita Terkait :  Yenny Wahid Tegaskan Agama bukan Faktor Utama Terorisme

Kemudian lima nelayan tersebut dibebaskan kelompok Abu Sayyaf melalui perantara.

Namun, para perantara sekarang menahan para sandera dan menuntut pembayaran tambahan.

Kelima orang Indonesia itu bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan, Malaysia.

Mereka adalah kapten kapal pukat Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). [*]