KKN UM Kembangkan Potensi Marketing UMKM dengan Talok-Go

-

Berita Baru, Malang – KKN Universitas Negeri Malang membantu pengembangan aplikasi inovatif Talok-Go. Hal itu dilakukan dengan melakukan pendataan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BUMDes setempat, Kamis (15/7).

Menurut Dimas, hasil dari koordinasi itu memperlihatkan bahwa di dalam aplikasi Talok-Go hanya terdapat kurang lebih 5 mitra atau warung yang sudah mendaftar dan mulai menawarkan dagangan mereka. Padahal di Desa Talok terdapat puluhan UMKM yang tersebar di dua dusun, yaitu dusun Jatirenggo dan Madyorenggo.

“Jadi fokus utama kita yaitu mendata mitra UMKM warung makanan atau kedai yang berada di pinggir jalan umum. Kemudian apabila sudah dilanjutkan dengan UMKM yang berada di setiap RT dan RW. Sehingga mitra UMKM yang tergabung di dalam Aplikasi Talok-Go semakin banyak yang nantinya dapat menarik masyarakat untuk selalu menggunakan Talok-Go App dalam keseharian mereka,” kata Dimas, selaku anggota BumDes yang turut serta mengembangkan aplikasi Talok-Go.

Berita Terkait :  Cegah Covid 19, Mahasiswa UMM Beri Edukasi ke Masyarakat
Berita Terkait :  Rembuk Desa Sebagai Penyatuan Desa Sukodadi

Pendataan itu, dilakukan mahasiswa KKN UM sejak tanggal 25 Juni sampai tanggal 15 Juli 2021 dengan mendatangi 25 UMKM. Dari 25 UMKM tersebut, hanya 20 UMKM yang berhasil menjadi mitra di dalam aplikasi Talok-Go.

Sistem pendataan yang dilakukan yaitu dengan mendatangi secara langsung warung atau kedai yang dimulai dari dusun Jatirenggo dan dilanjutkan ke dusun Madyorenggo.

Berdasar data, sebanyak 80% para pemilik UMKM langsung tertarik untuk menjadi mitra dalam aplikasi Talok-Go, karena mereka merasa senang dan terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

“Mereka yakin bahwa Talok-Go akan berkembang dan dapat membantu masyarakat Desa Talok. Mereka juga berterima kasih kepada kelompok mahasiswa KKN UM yang telah bersedia  memberikan informasi karena beberapa pemilik UMKM masih belum mengetahui dan mengenal aplikasi inovatif yang bernama TalokGo tersebut,” tambah Ahsan Thoriq, anggota KKN UM.

Berita Terkait :  Prihatin Kabut Asap Riau, FKPMR Serukan Petisi
Berita Terkait :  Inovatif, Sumenep Tempati Ranking 10 Nasional

Meski demikian, masih terdapat beberapa pemilik UMKM yang menolak untuk didaftarkan menjadi mitra Talok-Go. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya  yaitu tidak adanya smartphone yang digunakan. Dan mayoritas pemilik UMKM yang menolak dengan alasan tersebut memang sudah berusia lanjut sehingga mereka masih Gagap Teknologi (Gaptek).

Kepala Desa Talok, Agus Hariyanto juga menjelaskan bahwa nantinya akan ada sosialisasi khusus kepada masyarakat Desa Talok terkait aplikasi TalokGo tersebut agar mereka dapat memahami dan menggunakan aplikasi tersebut dengan mudah.

Dengan demikian adanya penambahan mitra Talok-Go yang berhasil dibantu oleh mahasiswa KKN UM 2021 tersebut dapat membawa Desa Talok ke dalam era teknologi yang lebih baik.

Berita Terkait :  Masih 18 Tahun, Dito Kelola Klinik Arjuna Husada di Malang

(Pewarta: Ferina & Salma Mahasiswa KKN UM/Editor: Moh. Junaidi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU