Babe Tatang: Tanamkan Sikap Dasar NU Pada Jamaah

    H. Tatang Hidayat, salah satu kandidat ketua PWNU DKI Jakarta. (Foto: screenshot ari talk show Peci & Kopi di channel youtube TVNU)

    Berita Baru, Jakarta – Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta diagendakan pada 2 April 2021 mendatang.

    Sebagai wilayah multi ras dan sekaligus miniatur Indonesia, PWNU DKI Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar lahir dan besar dari Rahim NU.

    Sosok tersebut juga harus siap merawat dan membesarkan NU, tidak memperlakukan NU hanya sebagai kerjaan sampingan.

    Hal itu disampaikan oleh H. Tatang Hidayat, salah satu kandidat ketua PWNU DKI Jakarta, dikutip dari talk show Peci & Kopi di channel youtube TVNU.

    Pria yang lebih dikenal dengan panggilan Babe Tatang ini juga mengatakan bahwa banyak pusat-pusat atau titik-titik pergerakan NU di Ibukota yang selama ini belum dimaksimalkan. .

    “Padahal ruang-ruang tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang rekrutmen kader, dan berpeluang besar menjadi kekuatan NU di DKI Jakarta,” terang mantan Komandan Satkornas BANSER tersebut penuh keyakinan.

    Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta itu mengungkapkan, salah satu pintu masuk untuk menanamkan nilai NU adalah melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).

    MKNU, imbuhnya, juga bisa dijadikan instrumen untuk memetakan potensi jamaah, sekaligus mempersiapkan kader potensial sebagai pengurus jam’iyah.

    “MKNU bukan hanya sebatas legalitas untuk jadi pengurus NU. Tetapi MKNU sebagai pintu masuk untuk mensosialisasikan sikap dasar NU kepada masyarakat Jakarta,” kata Babe Tatang, Rabu (17/3).

    Ketika nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal sebagai empat sikap dasar NU ditularkan kepada masyarakat Jakarta, maka ibukota akan menjadi kota yang teduh, dimana semua masyarakat yang masuk DKI akan merasa nyaman dan aman.

    Berdasarkan hal itu, peranan NU di ibu kota sangat dibutuhkan untuk mewarnai kehidupan masyarakat Jakarta.

    “Jakarta sebagai ibu kota, semua pusat kegiatan ada disana, mulai dari ekonomi, politik hingga pemerintahan. NU memiliki peluang besar untuk ikut serta berperan, tinggal bagaimana NU mampu mengoptimalkan potensi ruang-ruang yang ada,” pungkas Babe Tatang. (MKR)

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini