115 Dokter Gugur, Buya Syafii: Batin Saya Menjerit dan Goncang

Berita Baru, Jakarta – Dalam dua pekan terakhir penambahan kasus harian positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia mencapai angka di atas 3000-an.

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah pada Sabtu (12/9) kemarin, jumlah kasus baru adalah 3.806 yang membuat totalnya mencapai 214.746 kasus secara kumulatif terhitung sejak 2 Maret 2020 lalu.

Selain peningkatan kasus COVID-19 yang tidak terkendali, jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang meninggal juga selalu menjadi sorotan.

Sebuah kanal pengaduan masyarakat bernama laporcovid19.org menyampaikan bahwa pada hari Sabtu (12/9) kemarin jumlah dokter yang gugur telah mencapai 114 orang.

“Lelayu Dokter ke 114
Telah gugur syuhada #lawanCovid, dr Oki Alfian Alamsyah (30 th), dokter Puskesmas Gunung Sahilan 1 Kampar, pada Sabtu 12/9/2020, pukul 08.16 WIB di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru”. Tulis mereka dalam akun twitter @laporcovid19.

Semakin tingginya jumlah dokter yang meninggal akibat COVID-19, menjadi alasan bagi Buya Syafii Maarif untuk menyampaikan pesan terbukanya kepada Presiden Joko Widodo.

Salah satu tokoh bangsa yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut menyebut batinnya menjerit dan terguncang setelah mengetahui banyaknya dokter yang gugur.

Berita Terkait :  Ribuan Perawat Meninggal Akibat Covid-19 di Seluruh Dunia

“Yml. Presiden Republik Indonesia @jokowi. Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula”. Bunyi sikap Buya Syafii dikutip dari akun twitter @serambibuya pada Minggu (13/9) pagi.

Dalam lanuutan pesannya Buya Syafii meminta kepada Presiden Jokowi agar memerintahkan Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk menolong nyawa para dokter.

“Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini”. Bunyi lanjutan pesan Buya Syafii.

Di ujung pesannya ia menyebut bangsa Indonesia akan oleng jika para dokter terus berguguran dalam tugasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan