Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Yenny Wahid

Yenny Wahid Tekankan Pentingnya Pemimpin yang Mengedepankan Kemanusiaan di Tengah Tantangan Global



Berita Baru, Jakarta – Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi global yang diwarnai oleh berbagai kompleksitas dan tantangan, termasuk multipolaritas global yang dapat memicu konflik, teknologi robotik yang menghilangkan pekerjaan, serta pengaruh media sosial dan gaya hidup instan. Selain itu, Yenny juga menyoroti kepemimpinan yang tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan dan penderitaan rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Yenny saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual “Dialog Antar Umat Beragama: Memaknai Kunjungan Paus Bagi Umat Beragama dan Bangsa Indonesia” pada Selasa, 23 Juli 2024, yang diadakan oleh KBRI Vatikan dan IRRIKA Italia.

Yenny juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya perilaku intoleran di Indonesia. Berdasarkan riset Wahid Foundation dari 2009 hingga 2018, terdapat 1.420 tindakan pelanggaran non-negara atau rata-rata 12 tindakan per bulan. Selain itu, terdapat 88 regulasi diskriminatif yang diterbitkan di delapan provinsi dan 55 kota/kabupaten.

“Indonesia masih menghadapi kasus kekerasan dan radikalisme. Kami dari Wahid Foundation mencatat masih terjadi ribuan kasus yang berkaitan dengan pelanggaran kebebasan beragama,” ujar Yenny dikutip dari siaran resmi Wahid Foundation.

Yenny menambahkan, tingginya kasus ekstremisme kekerasan dan radikalisme memperparah situasi dan mendorong terpolarisasinya masyarakat, yang memicu berbagai tindakan intoleran. “Kasus yang terjadi di Indonesia saat ini adalah penyegelan tempat ibadah, penutupan tempat ibadah, penolakan izin tempat ibadah, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas,” terang Yenny.

Meski begitu, Yenny tetap optimis bahwa masalah ini dapat diatasi melalui kerjasama dan kolaborasi antar umat beragama dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Menurutnya, diperlukan kepemimpinan yang mampu melampaui identitas pribadi dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal, seperti sosok Paus Fransiskus.

“Paus Fransiskus adalah sosok yang sangat menginspirasi bagi kami dalam rasa cintanya kepada manusia. Kita membutuhkan sosok pemimpin seperti beliau yang bisa beranjak keluar dari identitas dirinya dan mau berjuang untuk kemanusiaan,” kata Yenny.

Yenny mencontohkan tindakan Paus Fransiskus yang sangat menyentuh hati, yaitu saat Paus membasuh dan mencium kaki imigran muslim sebagai bentuk kecintaannya pada kemanusiaan. Yenny berharap kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog antar umat beragama dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Bahwa sungai tidak meminum airnya sendiri, pohon tidak makan buahnya sendiri, matahari tidak menyinari dirinya sendiri, bunga tidak menyebarkan wangi hanya untuk dirinya sendiri. Hidup untuk yang lain adalah aturan dari alam. Kita semua dilahirkan untuk membantu sesama. Hidup ini tentu indah ketika kita bahagia, namun lebih indah lagi ketika orang lain bahagia karena kita,” pungkas Yenny Wahid mengutip pernyataan Paus Fransiskus.