Berita

 Network

 Partner

Suriah Sebut Perusahaan Minyak AS Kerjasama dengan Pemberontak Kurdi
Pejuang dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdiri bersama di desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah 20 Maret 2019. Foto: REUTERS/Rodi Said

Suriah Sebut Perusahaan Minyak AS Kerjasama dengan Pemberontak Kurdi

Berita Baru, Internasional — Pada Minggu (2/8), Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa perusahaan minyak Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian dengan pemberontak yang dipimpin Kurdi yang mengendalikan ladang minyak timur laut dalam apa yang digambarkan sebagai kesepakatan ilegal yang bertujuan ‘mencuri’ minyak mentah Suriah.

Menurut Reuters, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri itu diterbitkan oleh media pemerintah Suriah dengan tidak menyebutkan nama perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi yang merebut petak-petak wilayah Suriah utara dan timur dari Negara Islam dengan bantuan AS.

Pernyataan itu juga tidak memberikan detil dari perjanjian tersebut. Ketika Reuters meminta komentar atas pernyataan itu, baik pihak SDF maupun pihak AS belum memberikan komentar secara langsung.

Berita Terkait :  Perkuat Komitmen Patroli Bersama Turki-Rusia, Jalan Raya M4 Diperluas

“Damaskus mengutuk dalam istilah terkuat perjanjian yang ditandatangani antara milisi al-Qasd (SDF) dan perusahaan minyak Amerika untuk mencuri minyak Suriah di bawah sponsor dan dukungan pemerintah Amerika,” kata pernyataan itu.

“Perjanjian ini batal demi hukum dan tidak memiliki dasar hukum,” lanjut pernyataan itu dengan menegaskan bahwa perjanjian semacam itu merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah.

Suriah memproduksi sekitar 380.000 barel minyak per hari sebelum perang saudara meletus pada tahun 2011, di mana Iran dan Rusia mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sementara Amerika Serikat mendukung oposisi.

Damaskus kehilangan kendali atas sebagian besar ladang penghasil minyak di bentangan timur Sungai Efrat di Deir al-Zor. Sanksi Barat juga menghantam industri energi. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa meskipun ada penarikan militer dari timur laut Suriah, sejumlah kecil pasukan AS akan tetap berada ‘di mana mereka memiliki minyak.’ Pentagon mengatakan akhir tahun lalu bahwa pendapatan ladang minyak akan masuk ke SDF.

Berita Terkait :  Musim Panas Ekstrem di AS Akibat Pemanasan Global