Berita

 Network

 Partner

Sekolah Jenjang PAUD, SD, dan SMP di Gresik Mulai PTM, Kehadiran Siswa 50 Persen

Sekolah Jenjang PAUD, SD, dan SMP di Gresik Mulai PTM, Kehadiran Siswa 50 Persen

Berita Baru, Gresik – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Gresik resmi dibuka hari ini, Selasa (31/8). Kebijakan ini sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 35/2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali, dimana Kabupaten Gresik yang sudah masuk level 3 boleh melaksanakan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Plt Kepala Dispendik Gresik, S Hariyanto mengatakan, sesuai surat edaran (SE) Nomor 421/2703/437.53/2021 yang diterbitkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara terbatas. Pihak sekolah baik guru lebih-lebih siswa pun diwanti-wanti agar menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, mulai dari Paud, SD hingga SMP.

“PTM di mulai hari Selasa 31 Agustus 2021 dengan prokes ketat,” katanya.

Berita Terkait :  Tuntut Pemkab Gresik & PT KAI, Masyarakat Duduksampeyan Bawa Batu Nisan

Hariyanto menyebut, pada pembukaan pelaksanaan PTM kali ini, kapasitas siswa yang masuk sekolah dibatasi 50 persen atau 16 siswa perkelas. Tujuannya, agar menghindari kerumunan yang berakibat terjadinya penularan virus Covid-19.

“Iya untuk siswa 50 persen dan secara giliran untuk masuk ke sekolah,” terangnya. 

Disisi lain, Kepala Sekolah UPT SDN 19 Gresik, Ronik Wahyuliningsih menyambut baik pembukaan pelaksanaan PTM ini. Meski dibatasi 50 persen kehadiran siswa, pelaksanaan PTM juga disertai dengan pengawasan maupun izin orang tua atau wali murid. 

“Namun demikian apabila orang tua tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM, maka anak tersebut tetap diberi pembelajaran daring. Oleh karena itu pernyataan dari orang tua sangat diperlukan,” terangnya. 

Berita Terkait :  Anggaran Pendidikan Kota Depok Jadi Tumbal Kepentingan Administrasi

Terkait pelaksanaan PTM, Ronik menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari sekolahan dan semua tenaga pendidik. Selanjutnya tenaga kependidikan telah mendapatkan vaksin pertama dan kedua. 

“Alhamdulillah untuk PTM Insyaallah kita sudah siap. Kita sudah siap hand sanitizer, thermogun dan posko covid-19. Face shield, sarung tangan dan masker masing – masing anak diberi dari sekolah. Tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer sudah siap di tiap kelas,” pungkasnya.