Rusia Tanda Tangani Kesepakatan Kerjasama Vaksin COVID-19 dengan India

Vaksin Covid-19 Rusia
Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan alat suntik medis terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. Foto: Reuters/Dado Ruvic/File Photo

Berita Baru, Internasional – Dana Kekayaan Nasional Rusia atau Russian National Wealth Fund (RNWF) akan memasok 100 juta dosis vaksin virus korona (Covid-19) potensial ke perusahaan obat India Dr Reddy’s Laboratories.

Hal itu disampaikan oleh RNWF pada hari Rabu (16/5) ketika Rusia mempercepat rencana untuk mendistribusikan suntikannya ke luar negeri.

Kesepakatan untuk kandidat vaksin Sputnik-V itu muncul setelah Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mencapai kesepakatan dengan produsen India untuk memproduksi 300 juta dosis suntikan di India.

Negara yang berpopulasi 1,3 miliar penduduk itu juga merupakan negara konsumen utama minyak dan senjata Rusia.

Perjanjian tersebut membuat jumlah total dosis yang sejauh ini diumumkan Rusia akan dipasok ke luar negeri menjadi lebih dari 200 juta, setengahnya ke Amerika Latin dan setengah lagi ke India.

RDIF juga mengatakan telah menerima permintaan sebanyak 1 miliar dosis. Pengiriman ke India dapat dimulai pada akhir 2020 seraya menambahkan kesepakatan ini tunduk pada penyelesaian uji coba dan pendaftaran Sputnik-V oleh otoritas pengatur di India.

Berita Terkait :  Contoh Rusia, Indonesia Bentuk 'Dana Abadi' Investasi Nasional

Kini, uji coba fase III, yang melibatkan setidaknya 40.000 orang, sedang berlangsung di Rusia. Kepala RDIF Kirill Dmitriev mengatakan hasil awal diharapkan muncul pada Oktober atau November.

Dr Reddy’s, salah satu perusahaan farmasi top India, akan melakukan uji klinis Fase III dari Sputnik-V di India, kata RDIF. Menyusul berita tersebut, saham Dr Reddy menguat menjadi ditutup 4,18% lebih tinggi di India pada hari Rabu (16/9).

Uji coba di India dapat dimulai paling cepat bulan depan, kata Dmitriev kepada Reuters. Dmitriev juga menambahkan hasil uji coba dapat diikuti segera setelah persetujuan regulasi domestik Sputnik-V untuk penggunaan massal di India.

India mengatakan pekan lalu sedang mempertimbangkan untuk memberikan otorisasi darurat untuk vaksin virus korona, terutama untuk orang tua dan orang-orang di tempat kerja yang berisiko tinggi.

Hanya untuk Keadaan Darurat

Rusia adalah negara pertama yang memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin virus korona baru, dan melakukannya sebelum uji coba skala besar selesai.

Hal itu kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan dokter tentang keamanan dan kemanjuran vaksin.

Berita Terkait :  Prioritaskan Pengurangan Angka Kematian, Kasus Covid-19 India Lampaui 500.000

Beberapa negara sekarang sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi langkah-langkah ‘otorisasi penggunaan darurat’ yang akan mempercepat persetujuan vaksin dengan cara yang sama.

“Kami mengharapkan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Sputnik-V di pasar utama,” kata Dmitriev.

Hasil uji klinis tahap awal vaksin Rusia itu diterbitkan dalam jurnal medis internasional The Lancet awal bulan ini. Hasil itu menunjukkan bahwa vaksi menjajikan, kata GV Prasad, salah satu ketua Dr Reddy, dan dikutip dalam pernyataan RDIF.

“Vaksin Sputnik-V dapat memberikan opsi yang kredibel dalam perjuangan kami melawan COVID-19 di India,” katanya.

Belum ada detil soal harga Sputnik-V, namun RDIF sempat mengatakan sebelumnya tidak bertujuan mencari untung, hanya untuk menutupi biaya.

Dalam jumpa pers Selasa (15/9) malam, Balram Bhargava, yang mengepalai badan penelitian klinis India, Dewan Riset Medis India, mengatakan pembicaraan tingkat tinggi antara India dan Rusia seputar vaksin sedang berlangsung.

“Ada komite tingkat tinggi dari pemerintah India untuk vaksin yang sedang berdialog dengan Rusia,” katanya, menambahkan Rusia memiliki rekam jejak yang baik dalam pengembangan vaksin dan uji coba Sputnik-V di luar negeri tahap awal telah dilakukan. menjanjikan.

Berita Terkait :  Bagikan Nomor Telepon dan Email ke Pemasar, Twitter Minta Maaf

Reuters melaporkan bahwa tidak segera jelas apakah pembicaraan itu berperan penting dalam kesepakatan antara RDIF dan Dr Reddy.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan