Menkes Pastikan Indonesia Dapat Akses Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 Indonesia
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

Berita Baru, Jakarta – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan Indonesia mendapat akses vaksin covid-19. Hal tersebut merupakan inisiatif global yang bekerja sama dengan pemerintah dan produsen untuk memastikan vaksin covid-19 tersedia di seluruh dunia, baik negara berpenghasilan tinggi maupun negara berpenghasilan rendah.

Pemerintah sedang mengupayakan akses vaksin covid-19 melalui Covid-19 Vaccines Global Access atau Covax Facility, The Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator yang dipimpin bersama oleh CEPI The Coalition for Epidemic Innovation atau koalisi inovasi kesiapsiagaan epidemi, Gafi aliansi vaksin, dan organisasi kesehatan dunia (WHO) yang telah bekerja sama dengan produsen vaksin baik dari negara maju maupun dari negara berkembang.

“Peran unicef dalam rencana covax facility sangat penting yang mana upaya tersebut akan memastikan setiap negara termasuk Indonesia memiliki akses yang aman cepat dan merata terhadap vaksin covid19 apabila nanti vaksin sudah ditetapkan dan kemudian diproduksi,” kata Terawan dalam acara penandatangan nota kesepahaman antara Kemenkes dan Unicef, Rabu (15/9).

Berita Terkait :  Presiden Venezuela Akan Menjadi Orang Pertama yang Divaksin di Negaranya

Unicef dan mitranya berkomitmen terhadap negara-negara yang telah tergabung dalam covax facility termasuk Indonesia, untuk mengadakan dan memberikan vaksin covid-19 yang aman dan efektif secara cepat dan dalam skala besar. 

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkes dengan Unicef merupakan lanjutan pembaharuan yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak sejak tahun 2004. 

Terawan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas kerjasama antara Kementerian dan Lembaga (K/L) yang telah berjalan dengan baik. “Sehingga upaya kita bersama dalam memerangi covid-19 ini dapat segera mengakhiri pandemi ini dan mengembalikan bangsa dan masyarakat indonesia seperti sedia kala,” ucap Terawan. 

Di kesempatan yang sama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu negara yang memenuhi syarat sebagai negara kategori advance market commitments dalam kerangka Gavi covax facility.

Selain itu Retno menyebut bahwa perkiraan vaksin melalui jalur multilateral ini akan tersedia pada tahun 2021 mendatang. “Yang pasti dengan adanya bantuan finansial ODA maka diharapkan harga vaksin akan lebih murah dibanding mekanisme yang lain,” kata Retno.

Berita Terkait :  Dalam Ratas PON 2020, Jokowi Minta Infrastruktur Dikebut

Menurut Retno, sejak awal pandemi Indonesia secara konsisten terus menyuarakan pentingnya akses vaksin yang setara, aman, dan harga yang terjangkau. Di jalur internasional dan multilateral Indonesia aktif dalam pembahasan mengenai akses vaksin ini.

“Dengan mou ini diharapkan pada saat vaksin melalui mekanisme multilateral sudah ada maka semua infrastruktur yang diperlukan sudah siap sehingga tidak terjadi delay dalam deliverynya,” ujar Retno.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan