Berita

 Network

 Partner

Pengembang Perumahan Nakal Disorot, Dewan Minta DPM-PTSP Gresik Beber Data Fasum-Fasos

Pengembang Perumahan Nakal Disorot, Dewan Minta DPM-PTSP Gresik Beber Data Fasum-Fasos

Berita Baru, Gresik – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) didesak segera menginventarisir seluruh pengembang perumahan di Kabupaten Gresik terkait penataan fasilitas umum dan fasilitas sosial (Fasum-Fasos) atau PSU (prasarana, sarana, dan utilitas) yang diserahkan kepada pemerintah sebagai aset daerah. Desakan tersebut datang dari Komisi I DPRD Gresik.

Sekretaris Komisi I DPRD Gresik, Syaichu Busyiri tidak menampik bahwa saat ini cukup banyak pengembang perumahan nakal yang belum mematuhi aturan penyerahan Fasum-Fasos kepada pemerintah. Kondisi itu, membuat pemerintah kesulitan membangun infrastruktur Fasum-Fasos di wilayah perumahan.

“Kita sudah sampaikan ke dinas perizinan DPM-PTSP untuk segera memanggil seluruh pengembang perumahan di Kabupaten Gresik untuk menginventarisir dan menyerahkan Fasum-Fasos mereka,” ungkap Syaichu saat menggelar audiensi dengan sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forum Kota (Forkot), Rabu (7/10) kemarin.

Berita Terkait :  JPPI: Pemkot Bengkulu Tidak Serius Urus Pendidikan

Tak hanya itu, lanjut Syaichu, Komisi I DPRD Gresik juga meminta agar DPM-PTSP untuk membuka raport para pengembang terkait penyerahan Fasum-Fasos, termasuk jumlah yang semestinya harus dipatuhi, jumlah yang sudah diserahkan maupun yang belum, maupun kondisi Fasum-Fasos saat ini.

“Saya kira kita selalu melakukan pengawasan dengan meminta DPM-PTSP untuk memanggil semua pengembang perumahan, selambat-lambatnya targetnya November. Akan kami tanyakan terkait set plant dan block plant mereka, dan izin-izin mereka juga,” tandasnya.

Syaichu menegaskas bahwa bahwa data Fasum-Fasos merupakan bagian dari keterbukaan publik. Karena itu, pengembang perumahan harus membuka data Fasum-Fasos yang telah diserahkan ke pemerintah daerah.

“Fasum-Fasos itu bukan rahasia negara, sejauh bukan rahasia negara harus dibuka kepada masyarakat,” beber Syaichu.

Berita Terkait :  Warga Gresik Minta Penjelasan BLT Covid-19 kepada Ketua DPRD

Lebih jauh, dirinya menerangkan bahwa tujuan menginventarisir seluruh pengembang perumahan terkait penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial (Fasum-Fasos) tidak lain adalah untuk meningkatkan kepatuhan aturan demi pelayanan terhadap masyarakat yang lebih baik.

“Mudah-mudahan ini bentuk pengawasan kami agar para pengembang perumahan seluruhnya mematuhi aturan yang berlaku, sehingga fasilitas layanan masyarakat penghuni perumahan semakin baik,” tutupnya.