Menhub Tinjau Konektivitas Transportasi di Palembang

Menhub saat meninjau moda transportasi di Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (12/9). (Foto: Kemenhub).

Berita Baru, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, meninjau langsung konektivitas dan efektivitas transportasi di kota Palembang di masa Covid-19.

Dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Menhub menjajal langsung kereta LRT (light rail transit) Sumsel menuju stasiun LRT Jakabaring dan mencoba Bus Trans Musi.

“Saya mencoba langsung konektivitas transportasi perkotaan di Palembang, saya lihat baik Light Rail Transit (LRT) maupun Bus Rapid Transit (BRT) sudah terintegrasi dengan cukup baik. Tadi dari stasiun LRT ke shelter BRT sangat dekat,” ujar Menhub dalam keterangan persnya, Sabtu (12/9).

“Selanjutnya, kita akan terus tingkatkan efektivitas keterpaduan antar moda transportasi ini. Jadi antar moda satu dengan yang lain harus bersinergi,” imbuhnya.

Menhub mengatakan di masa pandemi seperti saat ini memang terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan umum. Akan tetapi, Menhub tetap meminta para operator memberikan pelayanan yang terbaik tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pada masa pandemi, menurut Menhub, telah dilakukan pembatasan operasional secara bertahap pada layanan LRT Sumsel.

Berita Terkait :  Menhub Perpanjang Larangan Mudik-Arus Balik hingga 7 Juni 2020

“Di masa pandemi saat ini kami melakukan pembatasan perjalanan kereta, dari 88 perjalanan di masa normal menjadi 22 perjalanan. Selain untuk menjaga pencegahan penyebaran virus Covid-19 hal ini juga dikarenakan jumlah penumpang juga turun,” jelasnya.

Terkait moda BRT Trans Musi, Menhub menegaskan saat ini terdapat 3 koridor yang dijalankan dengan skema Buy The Service (BTS). Ketiga koridor ini diantaranya adalah bus rute Terminal Alang Alang Lebar – Dempo, Asrama Haji – Terminal Sako, serta Terminal Plaju – Stasiun Induk Jakabaring. Skema BTS merupakan skema dimana pemerintah membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

“Skema BTS ini di Sumatera Selatan sudah berjalan sebanyak 3 koridor, dan akan terus bertambah. Saya lihat load nya cukup baik, sehingga saya berharap ini menjadi moda transportasi yang efektif bagi masyarakat Palembang,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Menhub secara simbolis juga memberikan bantuan berupa 2.000 masker kepada Dinas Pehubungan Kota Palembang.

Berita Terkait :  BOP COVID-19 bagi Pesantren Berkisar Rp25 Juta sampai Rp50 Juta

“Diharapkan, dengan bantuan ini akan membantu Dishub Kota Palembang untuk tetap melaksanakan dan memperketat protokol kesehatan kepada penumpang transportasi umum khususnya moda LRT,” katanya.

“Faktor utama yang harus diperhatikan adalah kesehatan. Saya berpesan agar operator maupun pemerintah daerah senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan serta terus meningkatkan pengawasan agar pengguna LRT merasa aman dan nyaman,” tutup Menhub Budi.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan