Ketika Penyintas Covid-19 Dibumbui Pertanyaan

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19 (Foto: Ist)

Berita Baru, Covid-19 – Setelah sembuh dari Covid-19, sebagai penyintas, apa yang harus dilakukan? Apakah kondisi saya baik-baik saja? Apakah setelah sembuh saya bisa terinfeksi lagi? Apakah saya membutuhkan vaksin?

Di atas adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para penyintas. Kami merangkum secara sederhana sebagai berikut:

Kapan seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19?

Kriteria sembuh ialah lepas dari isolasi dan mendapatkan surat pernyataan sembuh dari dokter.

Kriteria lepas isolasi:

  • Tanpa gejala/gejala ringan/ gejala sedang: isolasi minimal 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala
  • Gejala berat/kritis: isolasi minimal 10 hari ditambab 3 hari bebas gejala ditambab Swab PCR satu kali negatif

Keputusan lepas isolasi adalah keputusan klinis dokter.

Apa saja yang harus dilakukan setelah dinyatakan sembuh?

  • Boleh kembali beraktivitas seperti sedia kala
  • Bila masih lemas, jangan memaksa untuk langsung kembali ke intensitas aktivitas seperti sebelum sakit, lakukan bertahap
  • Bila masih ada gejala sisa, kontrol rutin ke dokter
  • Bila sudah tidak ada gejala, boleh melakukan check up rutin untuk melihat adakah gangguan organ yang terjadi akibat Covid-19
  • Bila sudah dinyatakan sembuh, tidak perlu mmemeriksa Swab PCR berkala bila tidak ada indikasi reinfeksi (curiga reinfeksi bila muncul gejala baru lagi, gejala yg masih ada memburuk, atau ada kontak erat baru)
  • Tetap lakukan protokol kesehatan dan jaga kesehatan imun karena kemungkinan terinfeksi ulang tetap ada

Bagaimana bila masih ada gejala setelah dinyatakan sembuh?

Menetapnya gejala selama beberapa waktu setelah dinyatakan sembuh, disebut long Covid-19.

Long Covid-19 ini:

  • Tidak menular, tetap boleh beraktivitas seperti biasa (disesuaikan toleransi badan)
  • Sisa gejala keradangan atau sisa gangguan organ yang terjadi setelah infeksi Covid-19
  • Tetap kontrol rutin ke dokter untuk monitor kondisi
  • Belum ada penanganan khusus terhadap long Covid, hanya pengobatan suportif dan sesuai gejala

Apakah setelah sembuh ada organ tubuh yang rusak?

Semua penderita Covid-19 ringan atau berat bisa mengalami gangguan organ dan menjadi long covid tapi tidak semua pasti mengalami. Pada usia muda dan berisiko rendah, sekitar 70% mengalami gangguan 1 atau lebih organ dalam waktu 4 bulan setelah sembuh ( Sumber: BMJ 2020).

Beberapa gangguan organ yang bisa terjadi adalah rash kulit, kerontokan rambut, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan pembauan/pengecapan, fibrosis paru, keradangan jantung, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Bagaimana gangguan psikis setelah sembuh?

Orang yang sudah sembuh bisa mengalami trauma psikis (perubahan suasana perasaan dan perilaku).

Trauma terhadap isolasi (sendiri, terpisah dari keluarga), prosedur medis, penyakit yang mengancam jiwa, stigma negatif dan pengucilan. Trauma ini tidak boleh berlangsung lama (2 minggu), jika lama akan menjadi Post Traumatic Stress Disorders/PTSD dan bisa menekan respon imun yang akan rentan terinfeksi.

Jaga kesehatan mental dengan diet sehat, olahraga teratur, meditasi, keseimbangan kerja & kehidupan personal, sempatkan “Me Time”, dan pertahankankualitas tidur.

Apakah setelah sembuh bisa terinfeksi lagi?

Sangat bisa! Tergantung bagaimana sistem imun tubuh, jumlah dan keganasan virus, serta lingkungan yang mendukung.

Setelah sembuh, antibodi dan sel memori tidak bertahan selamanya. Kadarnya menurun setelah 60 hari dan ada yang bertahan hingga 6-8 bulan (Sumber: Long 2020, Zhao 2020, Dan 2020).

Mutasi virus yang banyak terjadi juga bisa mengganggu respon pengenalan antibodi yang bersifat spesifik (Sumber: Tillett 2020).

Bagaimana cara protokol kesehatan setelah sembuh?

Protokol kesehatan yang dilakukan oleh orang yang sudah sembuh seharusnya sama dengan yang lain. Prinsipnya adalah menutup jalur masuk virus dan meminimalkan jumlah virus yang bisa masuk ke dalam tubuh. Tetap menerapkan 5M:

  • Menggunakan masker
  • Menjaga jarak
  • Mencuci tangan
  • Menghindari kerumunan
  • Mengurangi mobilitas

Orang yang sudah sembuh dari Covid-19 tetap bisa mengalami infeksi ulang (reinfeksi) atau menularkan ke orang lain bila sedang terinfeksi lagi.

Bagaimana cara menjaga imunitas setelah sembuh?

Untuk menjaga imunitas tubuh setelah sembuh bisa makan makanan bergizi (tinggi protein dan anti oksidan, serta multivitamin dan mineral), cukup tidur (kuantitas dan kualitas) 7-9 jam/hari, olahraga teratur (disesuaikan dengan toleransi tubuh setelah sembuh), hindari rokok dan alkohol, manajemen stress yang baik (kendalikan persepsi terhadap stigma yang menyerang), dan vaksinasi bila ada kesempatan.

Apakah penyintas perlu mendapatkan vaksin Covid-19?

Sangat perlu dengan alasan:

  • Antibodi dan sel memori setelah terinfeksi alami tidak bertahan selamanya (bukti ilmiah terkini antibodi bisa bertahan hingga 8 bulan dan sel memori hingga 6 bulan) (Sumber: Dan 2020)
  • Kemungkinan reinfeksi tetap ada
  • Selama banyak paparan virus di sekitar, penyintas pun akan berisiko sama terinfeksi

Untuk di Indonesia, sementara ini pemberian vaksin gelombang pertama, penyintas belum menjadi prioritas karena jumlah vaksin yang terbatas. Lebih difokuskan untuk orang-orang yang belum pernah terinfeksi dan belum memiliki antibodi dan di waktu yang akan datang seharusnya akan bisa tetap mendapatkan vaksin.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini