Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden AS Joe Biden dan Raja Salman Arab Saudi.
Presiden AS Joe Biden dan Raja Salman Arab Saudi.

Joe Biden dan Raja Salman Lakukan Panggilan Telepon, Bahas Minyak hingga Iran



Berita Baru, Washington – Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Raja Salman lakukan panggilan telepon yang membahas pasokan energi di tengah melonjaknya harga dan masalah regional, termasuk Iran dan Yaman, Rabu (9/2).

“Kedua pemimpin berkomitmen untuk memastikan stabilitas pasokan energi global,” kata sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

Raja Salam menekankan perlunya mempertahankan perjanjian pasokan yang dimiliki OPEC dengan sekutunya termasuk Rusia atau yang biasa dikenal dengan OPEC+.

Beberapa negara produsen minya, termasuk Arab Saudi, memangkas ekspor pada April 2020 karena pandemi Covid-19 secara tajam mengurangi permintaan minyak.

Arab Saudi kemudian mengatakan akan meningkatkan produksi secara bertahap.

Selain membahas minyak, Gedung Putih juga mengatakan bahwa dalam panggilan telepon itu Biden berkomitmen untuk mendukung Arab Saudi dalam mempertahankan diri terhadap serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Biden juga memberi tahu Salman tentang pembicaraan internasional menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) untuk “menetapkan kembali kendala pada program nuklir Iran,” kata Gedung Putih.

Arab Saudi bersama dengan sekutu Teluk Persia dan Israel mengamati pembicaraan dengan ketakutan karena kebangkitan perjanjian tidak akan membatasi program rudal balistik Iran dan kebijakan regional yang agresif.

Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi yang didukung Iran telah menembakkan rudal ke Uni Emirat Arab, dalam eskalasi yang jarang terjadi, yang diyakini mendapat restu dari Teheran karena sebagian besar senjata Houthi dipasok oleh Iran.

Konflik di Yaman sebagian besar dilihat sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. Houthi, yang menggulingkan pemerintah dari ibu kota, Sanaa, pada akhir 2014, mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Salman mengatakan kepada Biden bahwa Arab Saudi ingin ada “resolusi politik” di Yaman.

Dalam laporan Iran International, sumber AS yang mengetahui panggilan telepon kedua pemimpin tersebut mengatakan, “Arab Saudi secara historis memainkan peran penting dalam memastikan pasar energi global dipasok dengan baik untuk mendukung ekonomi yang kuat dan tangguh.”

“Presiden mencatat bahwa itu sangat penting sekarang, selama masa ketidakstabilan geopolitik dan pemulihan global ini,” kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim.

Panggilan terakhir Joe Biden dengan Raja Salman dilaporkan terjadi sekitar setahun yang lalu, terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Kashoggi.