Berita

 Network

 Partner

Mahfud MD
(Foto: Istimewa)

Jelang Muktamar NU, Mahfud Kembali Disebut Sebagai Pendiri PMII UII

Berita Baru, Jakarta – Menjelang momentum besar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-34 di Lampung, deretan media dihiasi berbagai analisis, opini hingga berita terkait pencalonan Ketua Umum PBNU.

Sebagaimana yang dimuat media online Tribun News (5/10), KH. Imam Jazuli, Lc. MA menulis sebuah kolom dengan judul “Rivalitas HMI versus PMII: Perebutan Kursi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-34“.

Jazuli menyebut beberapa deretan nama dengan latar belakang dua organinasi besar tersebut. Mulai dari Muhaimin Iskandar yang ia anggap sebagai perwakilan PMII, Yahya Cholil Staquf  dari organisasi HMI, hingga Menko Polhukam Mahfud MD.

“Jaringan sosial ini penting, karena ada sedikit pengalaman historis yang tidak perlu diulang-ulang lagi pada Muktamar mendatang. Misalnya, Bapak Menkopolhukam Mahfud MD sudah jelas-jelas pernah mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Wahid Hasyim di Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Marwan Ja’far,” tulis Jazuli.

Pernyataan Jazuli yang menegaskan bahwa Mahfud sebagai salah satu pendiri PMII UII itulah kemudian medapat banyak sorotan, khususnya dari alumni PMII di tempat Mahfud MD berbaiat diri menjadi kader HMI.

Miftahul Arif Noerani, kader PMII angkatan 1983 di UII, menilai apa yang ditulis oleh Jazuli tidaklah berdasar fakta sejarah yang ada. “Ambil dari mana sumbernya, kok asbun (asal bunyi) saja,” kata Arif, sapaan akrabnya, kepada Beritabaru.co, Selasa (5/10).

“Mohon maaf terpaksa saya harus meluruskan yang jelas mengaburkan sejarah alias salah besar dan tidak benar. Berdirinya PMII Komisariat Wahid Hasyim UII adalah atas inisiator sahabat Fajrul Falah (alm) yang kebetulan saat itu menjabat ketua PMII Cabang DIY dengan dibantu teman-teman PMII UII angkatan tahun 83,” imbuhnya.

Arif, selaku Ketua Komisariat PMII UII saat itu, menegaskan, waktu ingin menggagas nama Komisariat PMII di UII, justru Mahfud termasuk salah satu pejabat UII yang tidak memperkenankan nama UII di akhir nama komisariat.

“Justru pak Mahfud termasuk salah satu pejabat UII yang tidak memperkenankan menggunakan nama UII, akhirnya teman-teman tabarukan dengan menggunakan Komisariat Wahid Hasyim,” lurusnya.

“Sekali lagi mohon maaf terpaksa komen untuk meluruskan sejarah biar tidak mengaburkan bagi generasi PMII Komisariat Wahid Hasyim UII. Kami salah satu pelaku sejarahnya,” tukas Arif.

Berita Terkait :  Mendes PDTT Bahas Penanganan Stunting di Desa dengan Kepala BKKBN