Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Indonesia Tingkatkan Kemampuan Sekuensing di Masa Transisi ke Endemi
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI terkait strategi pengendalian pandemi di masa transisi menuju endemi yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (24/1). (Foto: Tangkapan layar)

Indonesia Tingkatkan Kemampuan Sekuensing di Masa Transisi ke Endemi



Berita Baru, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kapasitas sekuensing dengan menambah jumlah peralatan dan laboratorium untuk mendeteksi dini varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang muncul di Indonesia di masa transisi menuju endemi.

“Kalau ada yang tanya, kenapa pandemi di Indonesia relatif terkendali?, yang pertama strategi mengidentifikasi musuhnya, dan kedua strategi pertahanan populasi kita,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (24/1).

Menkes Budi mengatakan, peningkatan kapasitas sekuensing untuk identifikasi virus hingga saat ini mencapai 2.700 sampel per pekan dari awal pandemi yang hanya 800 sampel per pekan.

Per Desember 2020, ujar Budi, hanya tersedia 24 alat sekuensing di 16 laboratorium yang tersebar di Pulau Jawa 14 unit, Sumatera satu unit, serta Maluku dan Papua satu unit laboratorium.

Pada 2022, jumlah alat sekuensing bertambah menjadi 56 unit yang tersedia di 41 jaringan laboratorium yang menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

Berkat kemampuan tersebut, Indonesia berkontribusi melaporkan hasil uji sampel virus melalui platform GISAID yang bisa diakses secara global mencapai rata-rata 2.700 sampel pemeriksaan sekuensing per pekan.

“Kemampuan saat ini mampu meningkatkan tiga kali lipat pemeriksaan genom sekuensing Indonesia,” tuturnya.

Budi mengatakan, genom sekuensing adalah strategi mengidentifikasi virus, bakteri, atau jamur yang berpotensi menjadi pandemi.

“Dengan adanya laboratorium genom sekuensing ini, Indonesia sudah punya fasilitas deteksi serupa radar di seluruh pulau di Indonesia,” terangnya.

Pada strategi pertahanan populasi di Indonesia, kata Budi, dilakukan dengan cara mengukur kadar antibodi masyarakat secara berkala enam bulan.

“Mudah-mudahan di awal Februari 2023 akan keluar lagi hasil ketiga serosurvey antibodi,” tutur Menkes.

Menkes Budi mengatakan, pada hasil sero survei pertama dan kedua, sistem pertahanan antibodi masyarakat Indonesia terhadap Virus COVID-19 sangat tinggi, naik dari 87 ke 98 persen dengan titer antibodi naik dari 400 unit/ml ke 2.000 unit/ml.

“Kemampuan daya tahan tubuh tersebut terbukti tidak memicu lonjakan saat ada varian baru yang menyerang banyak negara,” pungkasnya.