Berita

 Network

 Partner

Bupati Probolinggo dan Suaminya Tiba di Gedung KPK

Bupati Probolinggo dan Suaminya Tiba di Gedung KPK

Berita Baru, Jakarta – Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sepuluh orang dalam  Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Probolinggo, Jawa Timur. Dua dari 10 orang tersebut, yakni Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Hasan Aminuddin (HA).

Puput dan suaminya sempat menjalani pemeriksaan pertama di Mapolda Jawa Timur. Usai diperiksa, tim Satgas KPK kemudian menerbangkan keduanya ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif. Keduanya diterbangkan melalui Bandara Juanda Surabaya, sekira pukul 14.30 WIB.

Sore tdai, keduanya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Pasangan suami istri tersebut tiba di Gedung KPK sekira 17.05 WIB. Pantauan di Gedung KPK, Puput Tantriana tampak mengenakan blazer merah tua dengan rok.

Berita Terkait :  Jokowi: Industri Pariwisata Harus Tetap Produktif di Era New Normal dengan Empat Pertimbangan

Sementara suaminya, Hasan Aminuddin, terlihat mengenakan jaket merek Lacoste dan celana training lengkap dengan sepatu casual. Keduanya tampak santai ketika tiba di Gedung Merah Putih. Keduanya diam saat dicecar berbagai pertanyaan oleh awak media.

Tak hanya Puput Tantriana dan Hasan Aminuddin, tim satgas KPK juga membawa sejumlah orang yang terjaring dalam OTT di Probolinggo. Mereka yang ikut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK diantaranya yakni, Camat Krejengan, PJ Kades di Kecamatan Krejengan.

Mereka langsung dibawa ke lantai dua Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai dengan ketentuan, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Probolinggo tersebut.

Berita Terkait :  JAGA Menambah 3 Fitur Baru, Salah Satunya JAGA Bansos

Diketahui sebelumnya, terdapat 10 orang yang diamankan dalam OTT di Probolinggo, Jawa Timur. Tak hanya itu, tim juga mengamankan uang ratusan juta. Mereka yang diamankan tersebut diduga terlibat kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.