Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Big Data Evello: Pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim Picu Ketakutan Publik

Big Data Evello: Pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim Picu Ketakutan Publik

Berita Baru, Jakarta – Nama Saifuddin Ibrahim mulai terdengar oleh publik setelah mengeluarkan pernyataan meminta Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat dalam Alquran. Ia juga mengatakan jika ratusan ayat tersebut memicu intoleransi dan tak perlu diajarkan di pesantren karena bisa memicu radikalisme.

Bagi publik pernyataannya dianggap bikin gaduh. Namun melalui analisa big data Evello pernyataannya justru menimbulkan ketakutan publik. Berdasarkan penelusuran Evello, nama Saifuddin Ibrahim telah diperbincangkan sebanyak 32.343 kali komentar di YouTube, menuai 19.230 percakapan di Instagram dan 53.439 kali percakapan di TikTok.

“Pernyataan Saifuddin Ibrahim berdasarkan analisa Evello jelas menimbulkan sentimen negatif. Skor sentiment negatifnya pun cukup besar, yaitu mencapai angka prosentase 65,39%,” kata Founder Evello, Dudy Rudianto, Jumat (18/3).

Tak hanya itu, keinginannya agar menghapus 300 ayat Alqur’an menuai emosi Sadness hingga 28%. Dengan emosi Sadness sebesar ini, wajar jika banyak tokoh yang bereaksi menyebutkan pernyataan Saifuddin Ibrahim menimbulkan kegaduhan.

“Lebih dalam, analisa Evello menemukan jika keinginan Saifuddin Ibrahim menuai emosi Fear cukup besar, yaitu 16%. Besarnya emosi Fear menunjukkan jika publik punya anggapan bahwa pernyataan Saifuddin Ibrahim tidak saja menimbulkan kegaduhan, melainkan bisa lebih dari sekedar gaduh,” jelasnya.

Lebih lanjut Dudy menyebut, dari analisa Strength Analyzer, Evello juga melihat jika pernyataan Saifuddin Ibrahim didominasi oleh narasi yang menimbulkan ketakutan dengan skor sangat besar, 59%. Berada pada posisi ketiga adalah emosi Anger dengan skor 12%.

“Tingginya emosi ini akan memunculkan pihak-pihak yang bereaksi lebih keras terhadap Saifuddin Ibrahim. Bisa berbentuk demo, menempuh jalur hukum atau bahkan ancaman kekerasan terhadap Saifuddin Ibrahim,” ujarnya.

Evello juga menemukan jika pernyataan Saifuddin Ibrahim dapat diklasifikasikan sebagai pernyataan yang berhubungan dengan Agama 97%, Kejahatan 94% dan Islam 60%. Dari analisa ini, Evello menilai pernyataan Saifuddin Ibrahim lebih dari sekedar menimbulkan kegaduhan.

“Karenanya, Evello memberi masukan kepada Menkopolhukam, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Pimpinan Agama dan juga mengundang pihak-pihak yang kemungkinan akan bereaksi lebih keras (akibat muncul skor marah 12%) untuk membuat pernyataan bersama,” pungkasnya.

Big Data Evello: Pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim Picu Ketakutan Publik