Bangkit dari Pandemi, Gus Yani: UMKM Punya Peran Penting dalam Menjaga Stabililitas Ekonomi

    Berita Baru, Gresik – Revitalisasi sektor Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) menjadi kunci strategi menghidupkan ekonomi masyarakat Gresik di tengah dampak Covid-19 yang belum diketahui secara pasti kapan berakhir.

    Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani, menurutnya, UMKM mempunyai peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Gresik.

    “Melalui revitalisasi itu, saya yakin UMKM di Gresik bisa bertahan dan mampu bangkit kembali meski ada pandemi Covid-19,” ujar pria yang akrap dipanggil Gus Yani.

    Merujuk data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Gresik, jumlah UMKM tahun 2019 total 176.221. Sektor UMKM merupakan penyumbang lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan dari jumlah 1.305.886 per juni 2020.

    Selama pandemi Covid-19 berlangsung, sektor UMKM mengalami masa sulit dengan menurunnya penjualan, kendala permodalan, menurunnya pesanan, logistik yang tidak lancar, hingga acaman gagal bayar yang berpotensi bermasalah pada sektor keuangan.

    Menurut orang noner satu di legeslatif yang sekaligus berlatang belakang sebagai pengusaha ini, pemerintah kabupaten Gresik perlu memprioritaskan kembali untuk fokus terhadap ekonomi. Sebab, dalam kondisi krisis peran UMKM sangat besar untuk bangkit.

    “Harus diprioritaskan kembali karena pelaku UMKM itu memiliki keluarga yang harus dihidupi. Ditambah lagi dengan adanya tekanan akibat membengkaknya biaya rumah tangga,” tandasnya.

    Dengan demikian, dalam kondisi seperti itu, Gus Yani menyarankan pemerintah kabupaten Gresik harus membalikkan tren saat ini. Yaitu dengan cara memberikan dukungan insentif dan paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran.

    Selain itu, kendala lain yang dihadapi para pelaku UMKM dalam masa pandemi covid-19 ini adalah terganggunya pasokan terutama yang tergantung pada barang impor. Misalnya sentra perajin songkok yang salah satu bahan bakunya seperti kain di import dari Jepang. Korea Selatan, Jepang dan Amerika. Sedangkan bagian luar yang berbahan kain beludru ada yang impor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat.

    Gus Yani menuturkan, saat ini ada teknologi yang sudah sangat maju. Menurutnya, UMKM tetap bisa bertahan meski terdampak Covid-19. Seperti halnya memanfaatkan teknologi digital untuk inovasi strategi penjualan di tengah krisis. Antara lain dengan mengulas kembali bisnis, mengenali customer base dan kebutuhannya.

    “Permudah proses bisnis, klasifikasikan produk yang mudah dijual. Selain itu, segera lakukan digitalisasi produk usaha ke dalam katalog yang mudah dibagikan, perdalam stok barang,” urainya.

    Tak hanya itu, penguasaha muda ini juga menilai pengajuan stimulus daya beli UMKM dan koperasi serta program belanja di warung tetangga juga penting dilakukan untuk menggerakkan ekonomi Desa.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan