Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Safari KPU, Gelar Audiensi dengan Majelis Tinggi Agama Konghucu
Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan sejumlah Komisioner KPU menggelar silaturahim dan audiensi dengan MATAKIN di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta Timur, Jumat, 13 Januari 2023. (Foto: Istimewa)

Safari KPU, Gelar Audiensi dengan Majelis Tinggi Agama Konghucu



Berita Baru, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar audiensi dengan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) menjelang Pemilu 2024. 

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa pertemuan tersebut dilakuakan untuk minta support dari MATAKIN agar kerja kepemiluan berjalan dengan baik.

“Silaturahmi ini untuk minta tolong agar kerja kepemiluan dapat berjalan dengan baik,” kata Hasyim saat sambutan, di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta Timur, Jumat (13/1).

Selain Hasyim, sejumlah Komisioner KPU yang hadir dalam pertemuan ini antara lain, Betty Epsilon Idroos, August Mellaz, Mochammad Afifudin, dan Yulianto Sudrajat.

Hasyim menyebut pihaknya sudah sejak tahun 2022 melakukan safari ke berbagai ormas keagamaan. Selain untuk meminta bantuan, kunjungan itu sekaligus untuk mensosialisasikan pengurus KPU. 

“Kami sudah mengawali silaturahmi ke kepala negara dan ke kementerian,” ujar Hasyim.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kerohanian Matakin Budi Santoso Tanuwibowo merasa terhormat dengan adanya kehadiran KPU. Pihaknya siap membantu kerja KPU dalam Pemilu serentak 2024 mendatang.

Budi pun mengenalkan sejumlah kepercayaan masyarakat Konghucu yang tergambar melalui patung-patung. Salah satunya adalah Jiang Tai Gong, nabi dalam agama Konghucu yang menyerupai seseorang memancing tanpa menggunakan kail.

Menurut Budi, tanpa kail, maka Jiang Tai Gong tidak akan pernah mendapatkan ikan. Ia kemudian mengaitkan dengan KPU, Budi menyebut sikap Jiang Tai Gong ini menggambarkan sulitnya KPU mencari sosok pemimpin dalam pemilu.

Budi menyebut kunjungan KPU ini sekaligus bentuk keadilan terhadap Konghucu. “Bila ada keadilan tidak ada persoalan persatuan, bila ada keadilan tidak ada persoalan kemiskinan,” pungkas Budi.