Berita

 Network

 Partner

Film Barfi!

5 Pelajaran Penting dari film Barfi! yang Bahkan Relevan Sampai Sekarang

Berita Baru, Film – Jika mau dirangkum, maka bisa dibilang Barfi! (2012) ini film yang menyenangkan, bikin gemas, manis, sekaligus sensitif dan bermakna. Film ini dipuji sekaligus dikritik karena beberapa adegannya dianggap plagiat.

Terlepas dari isu kontroversial itu, film yang disutradarai Anurag Basu ini menyisipkan pesan-pesan sebagai sebuah pengingat bagaimana kita sebaiknya mengarungi kehidupan. Ini dia, 5 pelajaran penting dari film Barfi! yang membuatnya relavan untuk ditonton kapanpun.

Hidup tak selalu sesuai dengan mau kita: nikmatilah

Bagi Barfi yang bisu dan tulis, hidupnya bisa jadi merana. Ia kerap kesulitan berkomunikasi, menulis pun tak mampu. Keterbatasan itu tak membuatnya berhenti menikmati hidup: jatuh cinta, bekerja, jalan-jalan, ia bisa melakukan semuanya seperti orang lain. Barfi juga tidak takut mengambil tanggung jawab. Limitasi yang ia punya sejak lahir tak lantas mengurungnya untuk menjadi “mampu.”

Dalam hidup, penting untuk memiliki satu sikap ini. Kita tentu berjuang dan berusaha semampu kita, namun tetap ingat untuk berlapang dada dan menerima hal-hal yang kurang memuaskan. Kalau kita fokus pada kekuatan diri, lebih mungkin bagi kita untuk meraih hal-hal hebat.

Berita Terkait :  Kemendes Luncurkan Gernas BBI Go Borneo, Pertamina Siap Dorong Transformasi Digital

Ikuti kata hati

Hari-hari kita dipenuhi dengan proses mengambil keputusan. Belajar dari Barfi! sebaiknya ikut kata hati ketika akan mengambil tindakan, sekalipun itu beresiko besar. Tak ada yang salah dengan mengambil resiko, bukan tidak mungkin kita justru menciptakan sesuatu yang baru.

Jika tidak mengambil kesempatan untuk mengikuti kata hati, bisa-bisa kita berakhir seperti Shruti: hidup dalam penyesalan. Dari lubuk hatinya, Shruti menyukai Barfi. Lelaki itu memperlakukannya bagai ratu, dan selalu bisa membuatnya bahagia. Namun Shruti memilih mengikuti ‘kata hati’ ibunya: menikah dengan pria yang ‘mampu’ dan meninggalkan Barfi. Pada akhirnya kita tahu, betapa ia menyesali hal itu dan terus kembali pada Barfi sekalipun kemudian Barfi sudah bersama Jhilmil.

Berita Terkait :  Sinopsis Kisah untuk Geri, Serial Drama Angga Yunanda dan Syifa Hadju

Kepercayaan adalah hal terpenting

Hubungan, apapun itu: asmara, keluarga, persahabatan, dan bisnis, harus didasari dengan rasa saling percaya. Kepercayaan akan membuat hubungan menjadi nyaman dan kuat. Dalam beberapa adegan, kita dapat melihat Barfi yang punya kebiasaan mengetes seseorang menggunakan tiang lampu di jalan untuk melihat apakah seseorang mempercayainya dan apakah orang itu akan meninggalkannya di saat ia kesulitan.

Jhilmil keluar sebagai perempuan yang tak meninggalkan Barfi ketika tiang lampu itu hampir mengenai mereka. Justru Jhilmil percaya betul bahwa Barfi bakal menjaganya. Jhilmil termasuk sulit percaya dengan orang. Dunia terasa menakutkan jika tak ada Barfi ataupun perawatnya ataupun orang yang menjaga dan menyayanginya di Muskaan. Ia hanya merasa nyaman dan aman bersama orang yang bisa dipercaya, dan kita pun juga mungkin begitu.

Hidup butuh humor, gaes~

Yap, tak terbayangkan hidup tanpa humor dan canda. Kita tahu hidup tak semudah keinginan kita. Sedih boleh, tapi jangan terbenam dalam kesedihan.Barfi yang gemar bercanda mengingatkan kita untuk menjalani hidupnya penuh dengan hati yang ringan. Film Barfi! pun dikemas dengan komedi yang seru buat ditonton. Apalagi akting Ranbir Kapoor dengan ekspresi wajahnya yang luar biasa.

Berita Terkait :  Review Film June & Kopi: Anjing Liar yang Setia dan Istimewa

Cinta tak kenal limitasi

Rasa cinta tetap bisa diungkapkan meski terdapat hambatan. Dalam kasus Jhilmil dan Barfi, hambatan itu adalah bahasa dan kemampuan berbicara. Konon, konsep film seperti ini belum banyak diksplor dalam film-film Bollywood mainstream, sampai lahirlah Barfi!.

Film India umumnya memiliki unsur dialog dan musik yang kuat. Barfi! unggul dalam musik, dan tetap mampu menyampaikan kesan kuat meski tanpa dialog yang banyak. Dari karakter Barfi dan Jhilmil pula, kita diingatkan bahwa cinta dan rasa sayang mampu menjembatani kelemahan dan kesalahan yang mereka punya.