Berita

 Network

 Partner

Wahid Foundation Perempuan Jadi Aktor Utama Agen Perdamaian

Wahid Foundation Perempuan Jadi Aktor Utama Agen Perdamaian

Berita Baru, Jakarta – Wahid Foundation menggelar diskusi daring dengan tajuk Peace Talk: Pentingnya Peranan Anak Muda dalam menyemai Perdamaian Dari Desa, Sabtu (11/9).

Senior Media dan Kampanye Wahid Foundation Siti Kholisoh saat menjadi pembicara pada acara tersebut menyampaikan komitmen Wahid Foundation dalam pemberdayaan perempuan dalam desa damai.

“Dalam desa damai kita mendorong peran perempuan sebagai aktor utama agen perdamaian dalam mengembangkan kohesi sosial dan memperkuat daya tahan masyarakat dalam konteks ekonomi, sosial, dan budaya,” tutur Siti Kholisoh.

Siti menegaskan, di desa damai Wahid Foundation mendorong perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam menyebarkan perdamaian di lingkungannya.

“Di tahun 2013, kita mendorong partisipasi perempuan di tingkat desa pada awalnya menggunakan pendekatan pemberdayaan ekonomi. Kemudian, di tahun 2013-2014 kita melakukan pendampingan dari aspek hegemoni, kita menggali mereka agar membangun perdamaian di lingkungannya,” katanya.

Berita Terkait :  Insentif untuk Tenaga Medis akan Dicairkan Tiap Bulan

Lebih lanjut, Siti menjelaskan pada tahun 2017 hingga saat ini Wahid Foundation melakukan pendampingan terhadap perempuan untuk punya daya negosiasi untuk mengadvoakasi pemerintah desa untuk mendeklarasikan diri sebagai desa atau kelurahan damai.

“Hal ini sebagai wujud komitmen pemerintah desa yang didorong oleh kelompok kerja desa damai yang terdiri dari seluruh elemen dalam masyarakat itu. Kita berharap kedepannya kita dapat mengembangkan desa damai di luar jawa,” tutur Siti.

Selain itu, Siti mengatakan Wahid Foundation juga mendorong figur tokoh agama maupun tokoh masyarakat perempuan di tingkat desa juga terlibat dalam kontrol atas kebijakan maupun program di tingkat desa.

“Di aksi desa damai ini kita mencoba untuk menurunkan rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme kekerasan dan perlindungan perempuan dan anak dalam pencegahan konflik sosial. Dua hal ini kemudian kita terjemahkan dalam program rencana aksi desa/kelurahan damai,” jelas Siti.

Berita Terkait :  Wahid Foundation Luncurkan Program Pendidikan Bernama Sekolah Merdeka Intoleransi (SEMAI)

Di akhir pernyataannya, Siti mengatakan Rencana aksi desa/kelurahan damai ini berjalan atas dukungan dari pemerintah desa melalui surat keputusan pemerintah desa. Hal ini dilakukan agar rencana aksi desa damai bersifat berkelanjutan dan menjadi cerminan bagi desa-desa lain di sekitarnya.