Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Wabah PMK Menjalar, Gubernur Khofifah Perintahkan Gresik Lockdown Pasar Hewan

Wabah PMK Menjalar, Gubernur Khofifah Perintahkan Gresik Lockdown Pasar Hewan

Berita Baru, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan Lockdown atau menutup pasar hewan di empat kabupaten, salah satunya Gresik. Hal tersebut seiring dengan ditemukannya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penyakit hewan akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan 90 persen sampai 100 persen.

Keputusan itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau langsung kandang peternak sapi milik H.Bahri di Dusun Wates Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Sabtu (7/5).

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu mendengar informasi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB ) terkonfirmasi terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di empat kabupaten yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto. 

“Saya langsung melakukan kordinasi dengan 4 Bupati dan pihak pihak terkait dengan memutuskan untuk penutupan sementara pasar hewan yang ada di 4 Kabupaten tersebut,” tuturnya.

Wabah PMK, sambung Khofifah, bisa menular melalui erbon atau melalui sirkulasi angin. Meski begitu, ia memastikan bahwa penyakit ini hanya menular dari hewan ke hewan ternak saja.

“Untuk kabupaten atau kecamatan-kecamatan lain yang belum terkonfirmasi agar jangan interaksi terlebih dahulu, maksudnya kalau yang masih negatif jangan interaksi sama yang sudah terjangkit,” bebernya.

Seperti diketahui, kasus pertama wabah PMK dilaporkan terjadi di Kabupaten Gresik pada 28 April 2022 dengan jumlah kasus sebanyak 402 ekor sapi potong dan tersebar di lima kecamatan dan 22 desa.

“Dalam penanggulangan atau penangananya perlu adanya kerja sama yang baik, dimana pola penanganannya ini mirip dengan penanganannya covid 19. Yang mana sapi di dalam kandang jangan sampai keluar dan sapi yang di luar jangan sampai masuk,” beber Khofifah.

Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil mengungkapkan, wabah PMK menyerang hewan ternak di lima kecamatan wilayah Gresik, diantaranya Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Wringinanom dan Kecamatan Menganti.

“Yang terbanyak di wilayah Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Balongpanggang,” kata Washil.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan penanganan pada hewan ternak yang terkonfirmasi positif terkena PMK sesuai prosedur standar operasional Kementerian Pertanian (Kementan).

“Untuk itu saya berharap kepada pemilik atau peternak sapi, yang posisi hewannya tertular agar nantinya koordinasi dengan dinas terkait. Dan diharapakan konsep isolasinya nanti akan kita detilkan,” tutur dia.

Salah satu pemilik sapi yang terkena wabah PMK di Gresik, H. Bakri menjelaskan, sapi miliknya yang terkonfirmasi positif penyakit itu mempunyai gejala panas, demam dan mulut keluar seperti lendir, dan tidak mau makan. Sapi-sapi tersebut juga kondisinya lemas .

“Awalnya sapi yang ada di kandang yang cirinya-cirinya seperti di atas itu Cuma satu ekor sapi, namun dengan berjalannya waktu menjadi bertambah menjadi 5 ekor sapi,” ucapnya.

Ia berharap agar dinas terkait melakukan pengecekan secara intensif pada hewan ternak yang ada di kandangnya. Sehingga bisa dilakukan pengobatan dan vaksinasi.

“Setelah mengetahui sapi sapi yang ada di kandang mengalami sakit, saya langsung menghubungi dokter hewan setempat dan dalam kurun waktu 5 hari sekali di sapi sapi di suntik,” tutupnya.