Trump Akan Menaikkan Tarif Sebagai Balasan Terhadap Prancis

Beritabaru.co, Internasional. – Baru beberapa hari setelah adanya pernyataan perang perdagangan dengan Cina, presiden Donald Trump mengancam akan melakukan perlawanan pemberlakuan pajak Prancis atas perusahaan teknologi AS. Washington berencana akan menaikkan tarif pada barang-barang produk Prancis.

Senat Prancis pada hari Kamis (11/7) meloloskan peraturan pajak sebesar 3% yang akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan Amerika seperti Facebook dan Google.

Pajak yang sudah disetujui oleh Majelis Nasional Prancis (MNP) akan berlaku untuk perusahaan yang memperoleh pendapatan sekitar $ 850 juta di seluruh dunia dari layanan digital, dan sekitar $ 28 juta dari perusahaan di dalam Prancis. Itu artinya kabar ini memberikan ancaman terhadap Amerika.

Menjelang pengesahan pajak, kantor perwakilan dagang AS mengajukan penyelidikan perihal peraturan tersebut. Mereka beranggapan tindakan itu termasuk mendiskriminasi dan membatasi kegiatan perdagangan Amerika Serikat, kata perwakilan dagang AS Robert Lighthizer.

Pemerintahan Trump kemungkinan besar akan merespons hal tersebut dengan menaikkan tarif pada barang-barang Prancis yang ikonik, kata para ahli. Itu berarti bea masuk bisa mencapai hingga 100% untuk produk khas Prancis seperti anggur, keju, atau parfum.

Berita Terkait :  Dianggap Sebagai Penjajah, Patung Christopher Columbus Dirusak

Kantor perwakilan dagang AS, USTR mengatakan; hari ini kantor perwakilan dagang AS mengeluarkan komentar publik soal daftar tambahan produk yang berpotensi dikenakan bea impor tambahan.

Komoditas yang tersebut meliputi produk sosis, pasta, zaitun, dan banyak produk berbahan keju lainnya.

Dalam sebuah wawancara CNBC bulan lalu, Trump berencana akan mengenakan tarif pada anggur Prancis. Dia mengatakan produsen anggur California telah mengeluh kepadanya tentang Prancis mengenakan tarif impor yang lebih tinggi daripada AS.

“Dan kamu tahu, itu tidak adil. Kami akan melakukan sesuatu tentang itu,” katanya.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber : cnbc
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan