Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tim Ahli Pastikan Abrukrnya Jembatan Kacangan Benjeng Gresik Murni Faktor Alam

Tim Ahli Pastikan Abrukrnya Jembatan Kacangan Benjeng Gresik Murni Faktor Alam

Berita Baru, Gresik – Tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik memastikan bahwa ambrukya jembatan kacangan yang berada di wilayah Kecamatan Benjeng murni Faktor alam.

Hal tersebut terungkap saat Kepala DPUTR, Achmad Hadi memaparkan assesment jembatan Kacangan yang runtuh pada 20 Desember 2021 silam dihadapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman beserta jajaran Forkopimda, Camat Benjeng Sayib bersama Muspika, juga segenap stakeholder dan awak media, Jumat (11/02).

“Dugaan pertama yang diuji oleh tim ahli dan Dinas PUPR adalah terjadinya penurunan pondasi (tiang pancang) secara tiba-tiba sedalam ± 4 meter, karena daya dukung pondasi tiang pancang tidak mencukupi,” ujar Tim Ahli, Ahmad Anas.

Berangkat dari dugaan pertama tersebut, sambung Anas, timnya menemukan bahwa daya dukung pondasi tersebut masih aman, sehingga disimpulkan dugaan pertama tidak terbukti.

“Dugaan berikutnya adalah tiang pancang patah (buckling) secara tiba-tiba akibat terjadi penambahan panjang tekuknya diakibatkan karena gerusan (scouring). Pun juga setelah dilakukan pengujian dugaan kedua tersebut juga tidak terbukti,” ungkapnya.

Dugaan terakhir adalah adanya gerusan di dasar sungai menyebabkan kuat geser tebing melemah hingga menimbulkan longsor (rotasional sliding) pada sisi tebing sungai dan menghantam tiang pancang pilar sehingga terjadi runtuh seketika.

Dari dugaan terakhir ini, tim ahli akhirnya menemukan titik terang penyebab runtuhnya jembatan. Hal ini dibuktikan dengan kesesuaian antara bukti visual dan analisis yang ada berdasarkan kajian tim ahli.

“Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penyebab utama keruntuhan jembatan Kacangan adalah karena dugaan ketiga yaitu terjadi longsor tebing yang menghantam pondasi jembatan sehingga meruntuhkan pilar jembatan. Sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada kesalahan desain dan ini terjadi murni karena faktor alam,” tandas Anas.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa berbagai dugaan awal yang ada, harus bisa dijawab dengan kajian. Kejadian runtuhnya jembatan yang dibangun pada tahun 2001 sepanjang 90 meter ini, terdapat beberapa dugaan awal yang kemudian diuji oleh tim ahli untuk menentukan penyebab utama.

“Dengan keluarnya hasil asessment dari tim ahli terkait runtuhnya jembatan Kacangan tersebut, maka bisa didapat rekomendasi mengenai bagaimana rencana pembangunan jembatan baru sekitar bulan April setelah melalui proses lelang, mengingat jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Bupati Gus Yani.