Temui Ulama se-Gresik, Gus Jazil: Pembangunan Daerah Harus Didasari Spirit Keagamaan

    Berita Baru, Gresik – Wakil Ketua MPR Ri, Jazilul Fawaid menegaskan bahwa pembangunan daerah kedepan harus didasari dengan Ruhut Diniyah atau spirit keagamaan. Khususnya Kabupaten Gresik yang dikenal dengan sebutan Kota Santri.

    Hal itu disampaikan Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawaid saat acara ‘Temu Tokoh Nasional dan Silaturrahim Alim Ulama se- Kabupaten Gresik’, di Hotel Santika Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kebomas Gresik, Minggu (28/3).

     “Jangan sampai hal itu (Ruhut Diniyah atau semangat keagamaan, red) tersingkir karena pembangunan yang luar biasa,” ucapnya.

    Gus Jazil menuturkan, jalur politik harus dimaknai sebagai jalur perjuangan, terlebih dalam memperjuangkan agama. Sebab, agama dan politik tak bisa dipisahkan.

    “Jangan sampai partai berbasis islam kalah bersaing, yang dikhawatirkan justru akan melahirkan regulasi yang tidak mencerminkan Islam,” ucap politisi asal Pulau Bawean itu.

    Oleh karena itu, Gus Jazil menolak keras peraturan presiden nomor 10 tahun 2021 tentang investasi baru industri minuman keras. Sehingga, para ulama, santri dan kader NU harus merubah mindset bahwa politik bukan cara kotor.

    “Mari berjuang bersama, cara yang kotor harus diubah berlandaskan nafas keislaman,” tandasnya.

    Sementara Ketua DPC PKB Gresik Abdul Qodir menegaskan, berdasarkan hasil dari Musyawarah Cabang (Muscab) PKB pada Maret lalu. PKB mendorong serta bersinergi dengan pemerintah dalam rangka mempercepat penyelesaian Banjir kali Lamong dan penanganan Ketenagakerjaan. Diharapkan pemerintah mulai mendorong terciptanya lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat lokal gresik.

    “(Lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat lokal gresik) dalam rangka mengurangi angka pengangguran kita yang masih 6 % lebih, termasuk memperbaiki sistem tata kelola pendidikan agar lebih responsif dan up to date terhadap kebutuhan dunia kerja dengan harapan meningkatkan SDM masyarakat Gresik untuk lebih kompetitif,” katanya.

    Di sisi lain, Qodir mengakui bahwa ide dan gagasan anak muda sangat luar biasa. Namun, dalam penerapanya tentu sangat penting mendapat dukungan dari para tokoh dan ulama NU

    “Sehingga petuah dan nasehat para sepuh dan kiai sangat penting. Agar tidak sekedar inovatif, namun juga penuh berkah,” harapnya.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini