Taiwan Membuka Layanan untuk Membantu Warga Hong Kong yang Melarikan Diri

-

Berita Baru, Internasional – Pada Rabu (1/7), Taiwan membuka kantor Layanan dan Pertukaran Taiwan-Hong Kong (Taiwan-Hong Kong Services and Exchanges Office) di Taipe untuk membantu membantu orang-orang yang melarikan diri dari Hong Kong setelah China memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Taiwan berharap dengan pembukaan itu, pihaknya bisa mengambil kesempatan untuk menarik para profesional dan modal dari Hong Kong, mengingat Hong Kong merupakan pusat keuangan di Asia.

Pembukaan layanan itu dihadiri oleh Chen Ming-tong selaku Kepala Mainland Affairs Council (MAC) Taiwan-Hong Kong dan Katharine Chang selaku Ketua Dewan Kerjasama Ekonomi dan Budaya Taiwan-Hong Kong.

Undang-undang keamanan nasional China untuk Hong Kong berlaku efektif mulai hari ini, Rabu (1/7). Undang-undang kontroversial itu di antaranya melarang warga untuk melakukan pemisahan diri, subversi, terorisme, berhubungan atau berkolusi dengan pasukan asing.

Berita Terkait :  China Perbaiki Titik Tengah Yuan di 7,0211 per Dolar AS

Mereka yang melanggar akan dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Hukuman seperti itu, menurut para ahli, menandakan era hukuman yang lebih otoriter dari pada sebelumnya.

Berita Terkait :  Negosiator Perdagangan China Membatalkan Kunjungan Pertanian AS

Sejak disahkan kemarin Selasa (30/6), undang-undang itu sudah banyak mendapat kecaman dari beberapa negara, seperti AS, Inggris dan Uni Eropa. Taiwan juga ikut mengecam pengesahan undang-undang itu, meskipun China mengklaim Taiwan merupakan ‘bagian’ dari negaranya.

Dikutip dari Reuters, sekitar 200 orang dari Hong Kong telah melarikan diri ke Taiwan sejak protes di Hong Kong dimulai sejak tahun lalu.

Chen Ming-tong mengatakan bahwa tujuan pembukaan layanan itu pada 1 Juli adalah sebagai tekad Taiwan untuk membantu kebebasan warga Hong Kong.

Berita Terkait :  China Larang BBC Siaran Usai Laporan Tentang Covid-19 dan Kejahatan di Uighur

“Ini adalah tonggak penting bagi pemerintah untuk lebih mendukung demokrasi dan kebebasan di Hong Kong,” ujar Chen pada pembukaan.

Bagi Chen, disahkannya undang-undang keamanan nasional itu menciptakan peluang untuk menarik para profesional dan modal dari Hong Kong.

Berita Terkait :  Di Tengah Krisis, Pejabat Senior AS Kunjungi Taiwan untuk Perkuat Dukungan

Selain itu, Chen juga menyambut perusahaan-perusahaan yang terganggu di Hong Kong dan mempersilahkan mereka untuk membuka kantornya di Taiwan, meskipun aturan dan regulasinya masih dalam proses.

“Kami juga menyambut perusahaan multinasional untuk memindahkan kantor pusat mereka di sini,” kata Chen.

Sejauh ini, Wakil MAC Chiu Chui-Cheng menyebutkan bahwa kantor layanan itu akan memiliki sekitar 24 staf dan 20 hotline. Para pejabat juga sudah menerima ‘banyak panggilan’.

Berita Terkait :  Beda dengan Facebook dan Twitter, Instagram Tidak Menghapus Komentar Emoji ‘Rasis’ yang Diposting di Akun Pesepakbola Inggris

Chiu juga mengingatkan bahwa mereka yang ingin pergi ke Taiwan harus dilakukan secara legal.

Sebelumnya, pada bulan Mei, Presiden Republik Taiwan Tsai Ing-wen berjanji siap membantu orang-orang Hong Kong yang melarikan diri ke Taiwan karena tekanan dari China.

Sebagai tanggapan, Selasa (30/6), Beijing membantah bahwa pihaknya menekan kebebasan warga Hong Kong dan mengutuk rencana Taiwan untuk membuka layanan bagi warga Hong Kong yang melarikan diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU