Sama-sama Uji Coba Rudal Balistik Jarak Jauh, AS dan China Siaga Perang

Uji Coba Rudal Balistik AS dan China
Rudal balistik jarak menengah (IRBM) Dongfeng -26 dengan sasaran tembak hingga ribuan mil diuji coba oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLARF). Foto: TV.81.

Berita Baru, Internasional – Dalam pekan ini, Amerika Serikat (AS) dan China sama-sama telah merilis laporan yang mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba rudal balistik jarak jauh mereka.

China melakukan uji tembak dua rudal balistik dalam latihan militer Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF), menurut rilis video dari situs berita PLA, Senin (3/8).

Tidak disebutkan secara pasti kapan uji coba dan latihan militer itu dilakukan.

Dua rudal balistik itu adalah rudal jarak pendek Dongfeng-16 dan rudal balitik jarak menengah (IRBM) Dongfeng-26 dengan sasaran tembak hingga ribuan mil.

“Kami berada dalam keadaan yang sangat waspada untuk peperangan, untuk memastikan tindakan kami cepat dan tepat,” kata Liu Yang, komandan brigade yang melakukan uji coba rudal.

IRBM Dongfeng-26 memiliki jangkauan sekitar 2.500 mil dan disebut-sebut sebagai ‘carrier-killer’ yang mampu menargetkan dan menyerang armada tempur dan fasilitas instalasi AS di wilayah Guam dari pantai China.

Menurut rilis video itu, disebutkan bahwa latihan perang itu bertujuan untuk menguji seberapa cepat tentara PLARF dapat menanggapi serangan nuklir yang masuk.

Berita Terkait :  PBB Sebut Polusi Asap Karhutla Bahayakan 10 Juta Anak-Anak

Dalam video tersebut, mereka terlihat mengenakan perlengkapan pelindung dan bergegas membawa peluncur itu ke lokasi peluncuran rudal.

Selain itu, pada hari Rabu (5/8), di media sosial Twitter beredar video yang menunjukkan kapal perang serbu amfibi Tipe 075 pertama kalinya terlihat di laut.

Tipe 075 diperkirakan memiliki berat sekitar 35.000 dan 40.000 ton. Ia dinilai setara dengan kapal serbu amfibi kelas Wasp milik Angkatan Laut AS.

Kapal perang kelas ini memiliki dek penerbangan untuk meluncurkan helikopter atau pesawat yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, serta fasilitas dok untuk meluncurkan kapal amfibi dan ribuan marinir.

Sementara itu, pada hari Selasa (4/8) malam, website Komando Strategis AS menulis rilis pers yang menyatakan bahwa Komando Serangan Global Angkatan Udara AS menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) LGM-30 Minuteman III dengan tanpa hulu ledak dan dengan 3 reentry vechile.

Jika dalam peluncuran yang nyata, maka masing-masing ICBM LGM-30 Minuteman III akan membawa hulu ledak nuklirnya sendiri lalu melakukan serangan kepada target yang terpisah.

Berita Terkait :  Ribuan Nyawa Melayang: Lusinan Rudal dan Drone Diluncurkan di Yaman

Uji coba peluncuran itu bukanlah respons atau reaksi terhadap peristiwa dunia atau ketegangan regional.

Dalam rilis pers itu, disebutkan bahwa ICBM LGM-30 Minuteman meluncur sejauh 4.200 mil dari Pangkalan Angkatan Udara AS Vandenber di pantai California menuju Atol Kwajalein di Kepulauan Marshal.

“Minuteman III berusia 50 tahun, dan peluncuran uji lanjutan sangat penting dalam memastikan keandalannya hingga 2030-an ketika Ground Base Strategic Deterrent sudah sepenuhnya ada. Yang paling penting, pesan keamanan nasional yang terlihat ini berfungsi untuk meyakinkan sekutu kita dan menghalangi potensi serangan,” kata komandan Skadron Uji Penerbangan ke-576 Kolonel Omar Colbert.

Komando Serangan Global Angkatan Udara meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III yang tidak berhulu ledak selama uji operasional pada Selasa malam waktu setempat di Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg, California. Foto: Senior Airman Hanah Abercormbie.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan