Salah Sasaran, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 30 Petani Afghanistan

Pesawat Salah Sasaran
Korban salah sasaran pesawat tanpa awak AS.

Berita Baru, Internasional – Serangan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat salah sasaran. Serangan pesawat tersebut awalnya menargetkan markas ISIS di Afghanistan, tetapi justru menghantam ladang pinus warga.

Akibat serangan itu, 30 petani yang tengah beristirahat usai seharian bekerja dilaporkan tewas.

Dikutip Reuters, serangan Rabu malam itu juga melukai sedikitnya 40 orang yang baru saja selesai mengumpulkan kacang pinus di pegunungan Wazir Tangi di Provinsi Nangarhar Timur.

“Para pekerja tengah menyalakan api unggun dan duduk bersama ketika sebuah drone menghantam mereka,” kata kepala suku Malik Rahat Gu.

Kementerian Pertahanan Afghanistan dan pejabat senior AS di Kabul mengonfirmasi serangan pesawat tak berawak itu, tetapi tidak merinci lebih lanjut mengenai korban sipil.

“Pasukan AS melakukan serangan drone terhadap teroris ISIS di Nangarhar,” kata juru bicara pasukan AS di Afghanistan Kolonel Sonny Leggett.

“Kami menyadari tuduhan atas kematian akibat salah sasaran dan kami bekerja sama dengan pejabat setempat untuk menentukan fakta.”

Pemilik ladang kacang pinus, Haidar Khan mengatakan saat serangan terjadi di sana ada sekitar 150 pekerja sedang memanen. Beberapa petani masih hilang dan lainnya dikonfirmasi tewas dan terluka.

Berita Terkait :  India Resmi Longgarkan Lockdown 8 Juni 2020

Juma Gul, salah seorang yang selamat dari serangan itu mengatakan sekitar 200 buruh sedang tidur di lima tenda yang didirikan di dekat ladang.

“Beberapa dari kami berhasil melarikan diri, beberapa terluka tetapi banyak yang terbunuh,” kata pekerja yang memanen dan mengupas kacang pinus itu.

Serangan tersebut membuat warga Provinsi Nangarhar marah. Mereka menuntut permintaan maaf dari pemerintah AS dan mendesaknya memberikan ganti rugi.

“Kesalahan seperti itu tidak dapat dibenarkan. Pasukan Amerika harus menyadari mereka tidak akan pernah memenangkan perang dengan membunuh warga sipil tak berdosa,” kata kata warga kota Jalalabad, Javed Mansur

Militan ISIS pertama kali muncul di Afghanistan pada 2014, sejak saat itu mereka melakukan perlawanan terhadap pemerintah, pasukan AS dan Taliban.

Sampai sekarang, ada sekitar 14.000 tentara AS berada di Afghanistan. Mereka melatih pasukan keamanan Afghanistan dan melakukan operasi kontra-pemberontakan melawan ISIS dan Taliban.

Hingga kini jumlah pasti pejuang ISIS sulit dihitung, akan tetapi militer AS memperkirakan ada sekitar 2.000 orang.

Sumber : CNN

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan