Ribuan ‘Telur Es’ Langka Ditemukan di Pantai Finlandia

(Foto : BBC.com)

Berita Baru, Internasional – Risto Matilla, seorang fotografer amatir, mengambil gambar telur-telur es besar seukuran bulatan bola yang tersebar di pantai Marjaniemi, pulau Hailuoto, Finlandia.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (8/11) sebuah koleksi potret langka “telur es” telah ditemukan di Finlandia, sebuah fenomena yang para ahli katakan hanya terjadi dalam kondisi yang sangat khusus.

Risto Mattila, yang memotret telur-telur itu, mengatakan ia dan istrinya sedang berjalan di sepanjang pantai Marjaniemi di pulau Hailuoto pada hari Minggu ketika mereka menemukan bola es yang menutupi garis pantai sepanjang 30 meter (98ft).

“Telur terbesarnya seukuran sepak bola, itu pemandangan yang menakjubkan. Saya belum pernah melihat fenomena ini sebelumnya. ” Kata Mattila, seorang fotografer amatir.

Jouni Vainio, seorang spesialis es di Institut Meteorologi Finlandia, mengatakan kejadian itu tidak umum, tetapi dapat terjadi sekitar setahun sekali dalam kondisi cuaca yang tepat.

“Anda membutuhkan suhu udara yang tepat (di bawah nol, tetapi hanya sedikit), suhu air yang tepat (mendekati titik beku), pantai berpasir yang landai dan gelombang yang tenang, mungkin gelombang kecil,” katanya.

“Kamu juga butuh sesuatu yang bertindak sebagai intinya. Inti mulai mengumpulkan es di sekitarnya dan gelombang itu bergerak di sepanjang pantai, maju dan mundur. Permukaan bola kecil menjadi basah, membeku dan menjadi lebih besar dan lebih besar.” Kata vainio menambahkan.

Musim gugur adalah waktu yang tepat untuk melihat fenomena tersebut, menurut Dr James Carter, profesor geografi-geologi emeritus di Illinois State University, karena inilah saat es mulai terbentuk di permukaan air, menciptakan bentuk lumpur ketika digerakkan oleh gelombang. .

“Saya bisa membayangkan gerakan bolak-balik dari permukaan membentuk campuran lumpur. Terima kasih kepada fotografer yang berbagi foto dan pengamatan, sekarang dunia dapat melihat sesuatu yang sebagian besar dari kita tidak akan pernah bisa melihatnya.” Kata Dr. James Carter menutup.

Sumber : The Guardian

Tinggalkan Balasan