Berita

 Network

 Partner

Puisi Buya Husein: Kita Mandek Tapi Tak Merasa

Puisi Buya Husein: Kita Mandek Tapi Tak Merasa

Kita Mandek Tapi Tak Merasa

Kita masih terus mengulang-ulang,
mereplikasi,
mereproduksi isu-isu
dan kisah-kisah berabad lampau
di sana
di Arabia
Dan kita merasa bangga

Kita sering takut dan menolak perubahan, inovasi,
kreativitas
pembaruan
Meski ia tak bisa dilawan dengan cara apapun
Tapi kita tak merasa

Tubuh kita ada di zaman ini
Tapi pikiran kita masih zaman dulu
Di sana
Kita selalu ingin kembali ke masa lampau
yang konon indah
Padahal kita tak pernah hidup di sana
Tapi kita tak merasa

Kita telah tertinggal berjuta langkah
Bangsa “liyan” tlah melesat ke langit
Kita masih saja di sini
Mereka jadi produsen
Kita jadi konsumen
Dan tak punya apa-apa
Tapi kita tak merasa

Berita Terkait :  Gelar Haul Gus Dur Ke-11, GUSDURian Gresik Angkat Tema Kebudayaan dan Kesusastraan

Kita amat gemar melemparkan
tanggung jawab atas penderitaan kita
kepada “liyan”
Padahal derita itu kita sendiri
yang bikin.
Tapi kita tak merasa

Kita terus dibayangi ketakutan demi ketakutan
Bagai ada hantu di depan rumah sendiri
Maka kita cepat marah,
tiap hari, tiap jam, tiap menit
Meski marah itu menyakiti diri sendiri
Tapi kita tak merasa.

HM
2017


Puisi Buya Husein: Kita Mandek Tapi Tak Merasa

Husein Muhammad atau Buya Husein dikenal sebagai budayawan dan ulama progresif. Ia juga aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Pemikirannya telah ditelurkan dalam beberapa buku, diantaranya adalah Fiqh Perempuan, Perempuan, Islam & Negara: Pergulatan Identitas dan Entitas. Selain itu, banyak karyanya dalam bentuk puisi kerap menghiasi media masa.

Berita Terkait :  Sebab Pandemi