PPKM Darurat, Seluruh Sektor Non Esensial di Pontianak Ditutup

-

Berita Baru – Kalimantan Barat, Mulai pekan depan, Kota Pontianak dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, PPKM Darurat akan diberlakukan terhitung mulai Senin (12/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) mendatang.

Selama PPKM Darurat berlaku, seluruh aktivitas non esensial seperti pertokoan, mall dan pusat perbelanjaan tutup. 

“Terkecuali yang esensial seperti rumah makan, dan itu pun tidak diperkenankan makan di tempat, melainkan harus dibawa pulang (take away),” ujarnya saat memantau pelaksanaan PPKM Ketat di kawasan perdagangan Jalan Nusa Indah III Pontianak, Jumat (9/7/2021) sore.

Sementara untuk apotek dan toko-toko yang menjual sembako, serta pasar tradisional tetap diperkenankan beroperasi dengan menerapkan protokol kepsehatan secara ketat.

Berita Terkait :  Polres Gresik Jaga Ketahanan Pangan dengan Tebar Ribuan Benih Ikan di Telaga Ngipik
Berita Terkait :  Laznas NH Zakatkita bersama Komunitas Wartawan Gresik Bagikan Bingkisan Lebaran

“Bagi perkantoran non esensial, Edi menjelaskan, diberlakukan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) 100 persen,” terangnya.

Sedangkan untuk yang sifatnya esensial, seperti perbankan dan kantor-kantor pemerintah serta TNI/Polri penerapan WFH sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan yang ada.

“Untuk kantor swasta yang esensial melaksanakan WFH 50 persen tetapi yang tidak esensial kita minta 100 persen WFH,” terang Edi.
 
Selain pembatasan dan penutupan beberapa sektor, pihaknya juga akan melakukan penyekatan selama 24 jam.

Penyekatan dilakukan pada jalan-jalan utama, baik yang masuk maupun keluar Kota Pontianak.

“Mari kita sama-sama menjaga Kota Pontianak agar bisa keluar dari zona merah dan tingginya penularan Covid-19,” tutup Edi.

Berita Terkait :  Ustadz Abdul Somad Mendapat Gelar Imam dari Kesultanan Sambas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU