Berita

 Network

 Partner

Pengusaha Harap Bantuan UMKM 1,2 Juta Tidak Salah Sasaran

Pengusaha Harap Bantuan UMKM 1,2 Juta Tidak Salah Sasaran

Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta, Sarman Simanjorang, berharap Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 tidak salah sasaran. Menurutnya, jika bantuan ini tepat sasaran tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional

“Jangan sampai bantuan Bapres Produktif Usaha Mikro (BPUM) ini salah sasaran, karena jika penyalurannya tepat sasaran tentu dampaknya akan dapat kita rasakan dengan indikator konsumsi rumah tangga kita akan semakin naik dan akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sarman dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

Sarman mengatakan, bahwa pihaknya juga berharap agar penyaluran bantuan ini benar-benar selektif. “Kami berharap agar dalam penyaluran bantuan ini benar benar selektif, terdata dan tercatat, serta dapat dipantau oleh Dinas Koperasi dan UKM di tingkat daerah,” ujarnya.

Berita Terkait :  Presiden Luncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro

Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi mulai menyerahkan bantuan ini secara simbolis yang diwakili 24 orang pelaku usaha mikro di istana Negara pada Jumat, 30 Juli 2021. Ini merupakan kompensasi dari PPKM Darurat dan Level 4 yang mulai berlaku 3 Juli 2021 sampai 2 Agustus 2021.

Jokowi menjelaskan, adapun bantuan yang diterima masing-masing pelaku usaha adalah sebesar Rp 1,2 juta. “Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya,” ujarnya.

Sarman menyebutkan, bahwa pemerintah menyediakan anggaran banpres produktif sebesar Rp 15,3 triliun dengan target penerima sebanyak 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil dengan jumlah bantuan modal sebesar 1,2 juta per usaha mikro kecil ini diharapkan dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Berita Terkait :  Soal PPKM Jawa-Bali, HIPPI Harap Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Sarman juga berharap target penerima bantuan modal ini diprioritaskan pada pelaku usaha mikro kecil yang ada di Pulau Jawa dan Bali, yang sangat terdampak langsung akibat kebijakan PPKM darurat dan masuk dalam zona merah.

Kemudian, lanjut Sarman, perekonomian Jawa dan Bali sangat strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dimana hampir 59 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh perekonomian Jawa, termasuk juga konsumsi rumah tangga 60 persen ditopang dari Pulau Jawa.

“Artinya jika perekonomian di pulau Jawa cepat pulih dan tumbuh maka otomatis pertumbuhan ekonomi nasional juga akan mengalami pertumbuhan yang positif,” pungkas Sarman.