Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Bahas Ketahanan di Gaza
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bertemu dengan pemimpin tertinggi kelompok Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran, 21 Juni 2023. (Foto: WANA)

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Bahas Ketahanan di Gaza



Berita Baru, Jakarta – Dalam sebuah pertemuan yang langka, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di ibu kota Iran, Teheran. Pertemuan ini mencuat setelah media pemerintah Iran mengonfirmasinya, tetapi tidak merinci tanggal pastinya.

Dalam pertemuan ini, Haniyeh memberikan laporan kepada Khamenei tentang perkembangan terkini di Jalur Gaza, termasuk serangan Israel di wilayah Palestina dan peristiwa di Tepi Barat.

Sementara itu, Ayatollah Khamenei mengapresiasi ketahanan warga Jalur Gaza dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang disebut sebagai ‘kejahatan rezim Zionis’, yang didukung oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.

“Ayatollah Khamenei memuji ketabahan dan menghargai ketahanan masyarakat Gaza, dan menyampaikan penyesalan mendalam atas kejahatan rezim Zionis, yang didukung langsung oleh Washington dan beberapa negara Barat,” demikian laporan media pemerintah Iran yang dikutip dari IRNA, Selasa (7/11/2023).

Pemerintah Iran telah lama mendukung Hamas, tetapi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki peran dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu. Serangan ini memicu serangan balasan Israel yang melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap Jalur Gaza. Laporan terbaru dari Jalur Gaza menyebut bahwa lebih dari 9.700 orang tewas akibat serangan tersebut, sebagian besar adalah warga sipil dan separuhnya adalah anak-anak.

Pertemuan ini merupakan yang pertama terungkap kepada publik antara Khamenei dan Haniyeh sejak perang pecah antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza. Keduanya diketahui terakhir kali bertemu di Teheran pada Juni lalu.

Iran adalah sumber utama dukungan finansial dan militer bagi Hamas. Israel telah lama menuduh Iran memperburuk konflik dengan memasok senjata kepada Hamas. Iran telah lama menolak untuk mengakui Israel dan menjadikan dukungan terhadap perjuangan Palestina sebagai komponen fundamental dalam kebijakan luar negerinya.

Selama bertahun-tahun, Iran dan Israel terlibat dalam konflik rahasia, dengan Teheran menuding Tel Aviv mendalangi serangan sabotase dan pembunuhan yang menargetkan program nuklirnya.

Beberapa waktu lalu, pemerintahan ulama Iran telah memperingatkan Israel bahwa negara Yahudi itu akan menghadapi ‘konsekuensi keras’ jika serangan terus berlanjut terhadap Jalur Gaza.

Kehadiran Haniyeh di Iran dan pertemuan ini menunjukkan solidaritas Iran dengan gerakan Hamas, yang saat ini diberi label sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel.