Pemberian Antibiotik pada Anak di Bawah 2 Tahun Meningkatakan Resiko Penyakit Kronis

-

Beritabaru.co, Amerika Serikat – Sebuah penelitian menunjukan, Anak-anak lebih mungkin menderita penyakit kronis seperti alergi, asma, eksim dan obesitas jika diberikan antibiotik sebelum mereka memasuki usia dua tahun.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Peneliti AS menganalisis catatan kesehatan dari 14.500 anak dan menemukan korelasi antara penyakit kronis dan penggunaan antibiotik dini.

Tim telah berspekulasi bahwa antibiotik, yang dinilai ampuh digunakan untuk membantu melawan bakteri jahat, ternyata dapat mempengaruhi mikroba menguntungkan yang membentuk mikrobioma usus kita.

Alergi, sebagai kelainan kronis paling umum di antara anak-anak, telah mempengaruhi lebih dari satu dari empat orang di Inggris pada suatu saat dalam hidup mereka.

Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, tetapi tidak efektif melawan virus seperti flu biasa atau virus corona.

Berita Terkait :  El Nino, La Nina dan Cincin Api

“Kami ingin menekankan bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan bukan penyebab dari kondisi ini,” kata penulis makalah dan fisiologi Nathan LeBrasseur dari Mayo Clinic di Minnesota. Pada Senin, (16/11)

Berita Terkait :  Mengenal SARS-CoV-2 dan COVID-19

“ Temuan ini menawarkan kesempatan untuk menargetkan penelitian di masa depan untuk menentukan pendekatan yang lebih ampuh dan lebih aman untuk waktu, dosis dan jenis antibiotik untuk anak-anak dalam kelompok usia ini, ” tambahnya.

Dalam studi mereka, Profesor LeBrasseur dan rekannya menganalisis catatan kesehatan lebih dari 14.500 anak. Ditemukan sekitar 70 persen di antaranya telah diobati dengan antibiotik sebelum berusia dua tahun.

Tim menemukan bahwa anak-anak yang diobati dengan antibiotik dini, lebih mungkin mengidap penyakit kronis kedepannya, termasuk asma, gangguan hiperaktif, masalah perhatian, penyakit celiac, eksim, alergi makanan, demam, obesitas, dan masalah berat badan.

Berita Terkait :  Ternyata Ini, Resep Pola Hidup Sehat Anak

“Sementara data terbaru menunjukkan peningkatan beberapa kondisi di masa kanak-kanak yang terlibat dalam penelitian ini, namun para ahli masih belum yakin mengapa” kata Profesor LeBrasseur.

Selain masalah resistensi terhadap banyak obat (multidrug), antibiotik telah dianggap aman oleh sebagian besar dokter anak.

Tim juga mencatat, Bayi-bayi yang telah menerima banyak rangkaian antibiotik lebih cenderung memiliki lebih dari satu kondisi kronis selama masa kanak-kanak mereka.

Berita Terkait :  Mengintip Masa Depan Hubungan China-AS: Kekaburan antara Keamanan Nasional dan Persaingan Ekonomi

Jenis penyakit yang diderita bervariasi tergantung pada usia anak, jenis antibiotik yang mereka konsumsi dan berapa dosis yang diberikan.

“Tujuan utamanya adalah memberikan pedoman praktis bagi para dokter tentang cara paling aman untuk menggunakan antibiotik di usia dini” tambah Profesor Dr LeBrasseur

Berita Terkait :  Rystad Energy: Industri Minyak Akan Mengalami Penurunan Besar dan 19 Juta Orang Akan Terinfeksi COVID-19 Meskipun Diberlakukan Karantina

Pedoman NHS tentang penggunaan antibiotik pada anak mengingatkan orang tua untuk memastikan bahwa mereka mengetahui seberapa sering dan dalam dosis apa obat harus diberikan.

Tetapi catatan tersebut juga mencatat bahwa anak-anak sebetulnya tidak selalu membutuhkan antibiotik.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 20 persen dari semua resep antibiotik di Inggris telah diklasifikasikan tidak tepat.

Meskipun ada lebih dari 100 jenis antibiotik, salah satu yang paling sering diresepkan adalah amoksisilin – digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi termasuk infeksi telinga tengah, radang tenggorokan, infeksi kulit, pneumonia, dan infeksi saluran kemih.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Tanpa Utang, Stimulus Fiskal Indonesia untuk Penanganan COVID-19 bisa di Atas 2% PDB

TERBARU

Facebook Comments