Analisis Sensitivitas Relatif Pengawasan Internasional Penyebaran COVID-19

    COVID-19
    ( Foto: niaid.nih.gov )

    Ringkasan

    Sejak mulai merebaknya epidemi COVID-19 pada akhir tahun 2019, hingga kini sebanyak 29 wilayah dan negara sudah terkena dampak dengan lebih dari 1.000 kasus yang dikonfirmasi di luar daratan Cina. Dalam laporan sebelumnya, kami memperkirakan kemungkinan ukuran epidemi di Kota Wuhan berdasarkan volume lalu lintas udara dan jumlah kasus yang terdeteksi secara internasional.

    Tulisan ini berusaha untuk: 1) menganalisis penyebaran COVID-19 yang dibawa dari daratan Cina ke berbagai wilayah dan negara; dan 2) memperkirakan sensivitas relatif pengawasan di berbagai negara dan wilayah dengan membandingkan tingkat spesifik negara dari kasus yang terdeteksi dan dikonfirmasi per volume penerbangan.

    Meskipun pembatasan perjalanan dari Kota Wuhan dan kota-kota lain di seluruh Cina mungkin telah mengurangi jumlah absolut wisatawan, baik dari Cina maupun akan ke Cina, kami memperkirakan bahwa sekitar dua pertiga dari kasus COVID-19 yang dibawa dari daratan Cina tetap tidak bisa terdeteksi, sehingga berpotensi menghasilkan lebih banyak rantai transmisi penularan dari manusia ke manusia yang belum terdeteksi di luar daratan Cina.

    1. Pendahuluan

    Pada tanggal 20 Februari 2020, lebih dari 74.000 kasus COVID-19 (sebelumnya 2019-nCoV) telah dilaporkan di Cina (dengan jumlah kematian 2.121 orang), dan telah terdeteksi di 29 wilayah dan negara di luar daratan Cina (termasuk Hong Kong SAR dan Makau SAR).

    Beberapa analisis telah dilakukan untuk memprediksi atau memperkirakan risiko kasus COVID-19 berdasarkan koneksi penerbangan antara Kota Wuhan atau Cina daratan secara keseluruhan dengan wilayah atau negara lain.1-5

    Dalam tulisan ini kami melanjutkan studi yang telah diterbitkan3 untuk menganalisis kasus COVID-19 yang dilaporkan dan dikonfirmasi di berbagai negara yang dibawa dari Cina dan memperkirakan sensitivitas relatif pengawasan di negara lain dengan cara membandingkan tingkat spesifik negara dari kasus yang terdeteksi per volume penerbangan.

    Berita Terkait :  Musim Tertunda, F1 Virtual Grand Prix Jadi Obat Rindu

    Setelah melakukan itu, kami kemudian memperkirakan jumlah kasus COVID-19 yang tetap tidak bisa terdeteksi.

    2. Hasil Penelitian

    Jumlah kasus yang dibawa dari daratan Cina berdasarkan negara diplot sebagai fungsi dari rata-rata volume penumpang bulanan yang berasal dari Bandara Internasional Wuhan Tianhe ke berbagai negara tujuan (Lihat Gambar 1). Gambar 1 menunjukkan bahwa Singapura sebagai outlier dalam hal jumlah ekspor yang relatif banyak dibandingkan dengan ukuran volume lalu lintas udara.

    Sensitivitas relatif pengawasan di masing-masing negara diperkirakan dibandingkan dengan Singapura. Finlandia, Nepal, Belgia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Kanada semuanya terlihat memiliki perkiraan sensitivitas relatif lebih besar dari 1 (berarti lebih banyak kasus terdeteksi per penerbangan penumpang di negara-negara lain dibandingkan di Singapura).

    Dengan demikian, model kedua perkiraan sensitivitas relatif diperoleh dari masing-masing negara dibandingkan secara bersamaan dengan Singapura, Finlandia, Nepal, Belgia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Kanada.

    Gambar 1. Jumlah kasus COVID-19 yang terdeteksi di luar daratan Cina berdasarkan wilayah dan negara diplot terhadap rata-rata volume lalu lintas udara internasional bulanan dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan ke berbagai negara tujuan.

    Secara spesifik, jumlah kasus COVID-19 yang diperkirakan di wilayah dan negara dalam beberapa kasus jauh lebih tinggi daripada jumlah yang terdeteksi (Gambar 2). Kami sengaja tidak mengidentifikasi negara tertentu selain yang kami gunakan sebagai patokan.

    Jumlah yang diperkirakan dari jumlah kasus COVID-19 yang dibawa dari daratan Cina ke semua wilayah dan negara selain daratan Cina adalah 426,3, berdasarkan analisis relatif terhadap Singapura saja, dan 576,5, berdasarkan analisis relatif terhadap Singapura, Finlandia, Nepal, Belgia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Kanada.

    Mengingat bahwa 156 kasus COVID-19 terdeteksi, perkiraan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 63% (hanya untuk Singapura) dan 73% (relatif ke Singapura, Finlandia, Nepal, Belgia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Kanada) COVID-19 tetap tidak terdeteksi.

    Gambar 2. Jumlah yang diperkirakan dan diamati dari jumlah kasus COVID-19 yang dideteksi di luar Cina berdasarkan wilayah dan negara, dengan nilai yang diperkirakan dihitung relatif hanya untuk Singapura. Nilai di atas garis diagonal menunjukkan lebih banyak kasus yang diperkirakan daripada yang diamati.

    3. Kesimpulan

    Konsisten dengan analisis serupa3, kami memperkirakan bahwa sekitar dua pertiga dari kasus COVID-19 yang dibawa dari daratan Cina tetap tidak terdeteksi di seluruh dunia, dan berpotensi menyebabkan sumber penularan dari manusia ke manusia tidak terdeteksi (63% tidak terdeteksi berdasarkan perbandingan dengan Singapura saja dan 73% untuk gabungan Singapura, Finlandia, Nepal, Belgia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Kanada).

    Berita Terkait :  Fetih Terim, Pelatih Galatasaray Dinyatakan Positif Korona

    Tidak diragukan lagi COVID-19, yang dibawa dari Cina bervariasi dalam keparahan gejala klinisnya, membuat beberapa kasus lebih sulit untuk dideteksi.

    Namun, secara signifikan beberapa negara telah mendeteksi lebih sedikit daripada yang diperkirakan berdasarkan volume penumpang penerbangan yang datang dari Kota Wuhan, Cina.

    4. Metode

    Data perjalanan udara untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2016 diperoleh dari International Air Travel Association (IATA). Jumlah dari data itu dibagi tiga untuk mendapatkan rata-rata bulanan tujuan-wilayah dan tujuan-negara-spesifik. Angka-angka ini tidak ditingkatkan agar mencerminkan pertumbuhan baru-baru ini dalam perjalanan udara.

    Hal itu karena skala konstan dari rata-rata penerbangan bulanan hanya akan diserap ke dalam perkiraan λ dan tidak mempengaruhi hasil lainnya. Arus penumpang di daratan Cina dikeluarkan dari analisis ini.

    Sebuah model dikembangkan dengan asumsi bahwa untuk setiap negara (i), ada dua variabel: ?? dan ?? di mana ?? adalah jumlah kasus yang dibawa dari Cina (dalam angka) dan ?? adalah volume lalu lintas udara. Dengan asumsi distribusi Poisson, sensitivitas relatif dari negara (i), dibandingkan dengan negara (j), dilambangkan dengan ???, dapat digunakan untuk menulis log bersama kemungkinan dari i dan j:

    dengan mengabaikan konstanta aditif. Dengan demikian, estimasi kemungkinan maksimum adalah:

    Interval kepercayaan berbasis kemungkinan diperoleh dengan menghitung kemungkinan log maksimum untuk setiap nilai ???. Kemudian CI 95% mencakup semua nilai ??? sedemikian rupa sehingga 2 (??̂?? – ????) ≤ 3.84 (persentil ke-95 dari distribusi chi-kuadrat dengan 1 derajat kebebasan).

    Berita Terkait :  La Liga Berpotensi Digelar Tanpa Penonton

    Sensitivitas relatif juga dapat diperkirakan relatif terhadap keseluruhan negara J secara bersamaan menggunakan metode yang mirip dengan di atas tetapi dengan kemungkinan log:

    Nilai yang diperkirakan kemudian dapat dihitung untuk setiap negara i secara sederhana ?̂??.

    5. Data yang Digunakan Dalam Analisis

    Kami mengumpulkan data pada 439 kasus wisatawan internasional dari laporan media dan siaran pers departemen kesehatan provinsi dan nasional hingga 17 Februari 2020. Data ini tersedia dari situs web: international_cases_2020_21_02.csv.

    Kami mendefinisikan transmisi lokal sebagai transmisi yang terjadi di luar daratan Cina (Hong Kong dan Makau dianggap di luar daratan Cina di sini). Kami hanya mempertimbangkan kasus yang tidak ditransmisikan secara lokal.

    Artinya, kami hanya mempertimbangkan kasus yang terdeteksi di luar daratan Cina yang memiliki riwayat perjalanan ke Cina dan tiba di luar daratan Cina melalui udara (Tabel 1).

    Berdasarkan kriteria inklusi ini, total 156 kasus dimasukkan dalam analisis kami. Tanggal perjalanan paling awal untuk kasus-kasus yang termasuk dalam analisis adalah 1 Januari 2020, dan tanggal perjalanan terakhir adalah 13 Februari 2020.

    Tabel 1. Jumlah kasus yang terdeteksi di luar daratan Cina dengan riwayat perjalanan ke Cina dikelompokkan berdasarkan riwayat perjalanan ke Provinsi Hubei, atau provinsi lain di Cina.



    6. Referensi

    1 Bogoch, Isaac I., et al. “Potential for Global Spread of A Novel Coronavirus from China.” Journal of Travel Medicine (2020).

    2 Wu, Joseph T., Kathy Leung, and Gabriel M. Leung. “Nowcasting and Forecasting the Potential Domestic and International Spread of The 2019-nCoV Outbreak Originating in Wuhan, China: A Modelling Study.” The Lancet (2020).

    3 De Salazar, Pablo M., et al. “Using Predicted Imports of 2019-nCoV Cases to Determine Locations That May Not be Identifying All Imported Cases.” medRxiv (2020)

    4 Boldog, Peter, et al. “Risk Assessment of Novel Coronavirus 2019-nCoV Outbreaks Outside China.” medRxiv (2020).

    5 Lai, Shengjie, et al. “Assessing Spread Risk of Wuhan Novel Coronavirus Within and Beyond China, January-April 2020: A Travel Network-Based Modelling Study.” medRxiv (2020).

    Sumber: MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis

    Unduhan FIle: https://www.imperial.ac.uk/media/imperial-college/medicine/sph/ide/gida-fellowships/Imperial-College—COVID-19—Relative-Sensitivity-International-Cases.pdf

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan