Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PDIP Digdaya di Surabaya

PDIP Digdaya di Surabaya



Berita Baru, Surabaya – Hasil survei terbaru Surabaya Survey Center (SSC) mendapati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Perjuangan (PDIP) masih digdaya di Kota Surabaya. 

Peneliti Senior SSC Ikhsan Rosidi menyebut, elektabilitas PDIP berada di posisi puncak dengan memperoleh angka sebesar 49,2 persen.

Menurut Ikhsan, dilihat dari kecenderungan perilaku pemilih Surabaya jelang pemilu 2024, suara partai disumbang suara caleg. Pemilih lebih suka mencoblos gambar caleg daripada logo partai.

“Suara caleg akan terakumulasi suara partai. PDIP bekerja sangat luar biasa, sangat tidak heran PDI semakin tinggi,” kata Ikhsan Rosidi saat merilis hasil survei di Country Heritage Hotel Surabaya, Kamis (13/7).

Sementara Gerindra berada di posisi kedua dengan elektabilitas mencapai 8,6 persen. Kemudian disusul PKB di posisi ketiga yang mengantongi 8,2 persen.

Selanjutnya pada posisi keempat dan seterusnya ada Demokrat 6,7 persen, Golkar dengan perolehan 5,4 persen, PKS dengan 3 persen, NasDem 2,8 persen, PAN dengan 2,7 persen, dan Perindo 1,7 persen.

“Selanjutnya PSI dan PPP keduanya 1 persen, sisanya seperti Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, dan Ummat sama-sama memperoleh 0,1 persen,” ujarnya.

Tingginya elektabilitas PDIP, kata Ikhsan, menunjukkan seluruh elemen mesin parpol bekerja optimal dengan program partai yang langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapi masyarakat Surabaya.

“Sehingga, dari waktu ke waktu tingkat penerimaan masyarakat terhadap PDIP semakin tinggi dan secara langsung juga mengatrol elektabilitas PDIP di Kota Surabaya,” ujarnya.

Meski begitu, masih ada 9 persen dari seluruh responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu atau yang biasa disebut sebagai undecided voters.

Sebanyak 9 persen undecided voters disebut masih bisa diperebutkan dan digarap partai lainnya.

“Perilaku memilih undecided voters ini akan menentukan pilihan pada detik-detik terakhir menjelang hari pencoblosan,” ujarnya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 20-30 Juni 2023 di 31 Kecamatan Kota Surabaya.

Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid.