2030, Lifting Minyak Ditargetkan Capai 1 Juta Barel

(Foto : Kemen ESDM)

Berita Baru, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, pihaknya menargetkan lifting minyak sejumlah 1 juta barel pada 2030.

Upaya mengejar target itu dilakukan dengan melelang sejumlah 12 wilayah kerja (WK) migas.

Namun dampak dari pendemi corona (Covid-19) membuat daya tarik pada bisnis migas menurun.

“Kita sudah punya rencana lelang 12 WK yang mana memang harus ditunda karena kondisi daripada daya tarik bisnis ini menurun,” kata Arifin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Menurut Arifin, anjloknya harga minyak dunia berdampak ada investasi di bidang perminyakan, karena investasinya bergantung pada harga.

Ke depan eksplorasi akan lebih diintensifkan lagi, karena Indonesia masih memiliki banyak potensi.

“Kita masih punya bayak potensi, 68 cekungan belum kita garap dalam waktu beberapa tahun mendatang kita bisa memiliki data migas yang akurat, investor masuk, dan harga minyak bisa kembali normal,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Mustafid mengatakan akan ada 12 blok minyak yang akan dilelang, di mana 10 merupakan blok konvensional dan 2 blok non konvensional.

Berita Terkait :  Presiden Minta KLHK Siapkan Solusi Permanen Tangani Karhutla

“Untuk yang lelang 10 konvensional dan 2 non konvensional,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dari blok-blok yang akan dilelang ini, pemerintah akan menawarkan dua skema kontrak migas, yakni gross split dan cost recovery.

“Sudah siapkan untuk skemanya akan dilihat dari sisi teknis apakah cost recovery atau gross split, yang jelas dari pimpinan terbuka tergantung hasil teknis,” tambahnya.

Ditargetkan lelang blok migas konvensional akan selesai semester satu tahun ini. Sisa dua blok migas yang non konvensional akan dilelang setelah blok migas yang konvensional.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan