Pasar Obligasi di Negara Berkembang Berada di Posisi Goldilocks

Pasar obligasi di negara berkembang
(market bisnis)

Beritabaru.co, Internasional. – Pasar obligasi di negara berkembang sedang dalam situasi yang cukup baik dengan tingkat bunga yang rendah. Bank-bank sentral terutama di pasar negara berkembang berada dalam mode pelonggaran.

Harga obligasi naik ketika suku bunga turun, oleh karenanya investor akan mencari hasil yang lebih tinggi dalam bentuk obligasi yang diterbitkan sebelumnya–dimana memiliki suku bunga lebih tinggi. Selain itu, pendapatan tetap pasar negara berkembang umumnya akan menawarkan pengembalian yang lebih tinggi daripada pasar negara maju.

“Kami  berada dalam periode Goldilocks (kondisi perekonomian yang pas, tidak inflasi tapi juga tidak resesi) untuk pasar negara berkembang,” kata Brett Diment, kepala utang pasar negara berkembang global di Aberdeen Standard Investments.

“Jika terjadi pertumbuhan yang lebih lambat, berarti suku bunga yang lebih rendah di pasar negara maju,” ungkapnya.

Sementara jika pertumbuhan di pasar negara berkembang sudah layak, inflasi yang menurun dapat menyebabkan bank sentral menurunkan suku bunga, kata Diment.

“Dalam konteks tersebut, harapannya akan menjadi resolusi antara AS dan China. Ini adalah awal yang cukup bagus untuk pendapatan tetap pasar negara berkembang,” kata Diment kepada CNBC Street Signs.

Berita Terkait :  Sempat Dicari AS, Kapal Tanker Iran Dibajak di Dekat Uni Emirat Arab

Jika mempertimbangka pasar individu, ia mengatakan Brasil adalah salah satu dari sekian pilihan negara di Amerika Latin. Negara ini  berusaha untuk menunda usia pensiun. Jika berhasil, itu akan mengurangi pengeluaran pemerintah untuk jaminan sosial dan menurunkan defisitnya yang kemudian dapat meningkatkan kepercayaan pada pasar.

Sementara itu “pertumbuhan ekonomi telah sangat lemah di Afrika Selatan, sehingga mereka mungkin memotong suku bunga,” kata Diment mencatat bahwa ekonomi menyusut pada kuartal pertama 2019.

Rusia juga bisa menjadi pilihan yang baik, tegasnya lagi. Pemerintah Rusia sudah sangat berhati-hati dalam hal pinjaman. “Pasar yang cukup bagus untuk obligasi, dan pasar juga sudah berjalan relatif baik,” tutupnya.

Akhirnya, Diment juga mengatakan dia berhati-hati terhadap Turki. Presiden Turki Tayyip Erdogan dilaporkan telah memecat gubernur bank sentral karena berulang kali menolak permintaan pemerintah untuk penurunan suku bunga.

Hal itu sebagaimana disampaikan Erdoga, ketika ditanya apakah investor dapat berharap bahwa keadaan akan membaik setelah pemilihan lokal. Ia menjawab: “Tidak dalam jangka pendek, tidak dalam jangka menengah.”

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber : cnbc
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan