Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pasukan keamanan di St. Petersburg menggunakan pistol setrum terhadap tahanan. Gambar Ini didapatkan dari tangkapan layar video dari Telegram OVD-Info/Tim Pivarov, Minggu, 6 Maret 2022.
Pasukan keamanan di St. Petersburg menggunakan pistol setrum terhadap tahanan. Gambar Ini didapatkan dari tangkapan layar video dari Telegram OVD-Info/Tim Pivarov, Minggu, 6 Maret 2022.

OVD-Info: Lebih dari 13.000 Orang Ditangkap Karena Mengikuti Aksi Tolak Perang di Rusia



Berita Baru, Moskow – Lembaga pemantau aksi unjuk rasa anti perang, OVD-Info mengumumkan bahwa lebih dari 13.000 orang ditangkap karena mengikuti aksi tolak perang yang dilakukan oleh Rusia ke Ukraina.

“Wartawan Ditangkap: 13. Anak Di Bawah Umur Ditangkap: setidaknya 113. Dipukuli: setidaknya 34,” kata laporan OVD-Info, merangkup peristiwa pada Minggu 6 Maret 2022.

Berdasarkan data OVD-Info, tercatat ada sebanyak 13.468 telah ditangkap dari berbagai kota di Rusia akibat aksi yang menyerukan penentangan sikap Rusia yang memborbardir Ukraina.

Jumlah itu didapatkan dari penangkapan aksi yang terjadi sejak invasi dimulai, yaitu 24 Februari 2022, hingga Senin 7 Maret 2022.

“Pada tanggal 6 Maret di 69 kota di seluruh Rusia, sekitar 5.000 peserta protes anti-perang ditahan. Secara total, 13.000 orang telah ditahan di lebih dari 140 kota sejak awal protes menentang perang di Ukraina,” katanya.

OVD-Info juga mendata nama orang-orang yang ditangkap dan dipublikasikan di situs resmi mereka, ovdinfo.org.

“Setiap departemen kepolisian mungkin memiliki lebih banyak tahanan daripada daftar yang diterbitkan,” kata OVD-Info dalam situs resminya.

Sebelumnya, pada Minggu, 6 Maret 2022 lalu, tercatat ada sebanyak 2.582 orang yang ditangkap di seluruh kota di Rusia.

810 orang ditangkap di Moskow, 383 orang di St. Petersburg, sisanya ditangkap di 47 kota lainnya di seluruh daratan Rusia.

“Kami hanya mempublikasikan nama-nama orang yang kami kenal pasti, dan nama siapa yang dapat kami publikasikan,” ucapnya lagi.

OVD-Info juga menyoroti pembatasan media yang sedang terjadi di Rusia dengan mengatakan “lebih dari 150 jurnalis meninggalkan Rusia karena sensor dan pemblokiran media.”

“Di banyak media, sebagian besar jurnalis pergi, misalnya, hampir seluruh kantor redaksi Meduza di Moskow – sekitar 20 orang. Wartawan Dozhd, Ekho Moskvy dan Novaya Gazeta juga pergi. Outlet media asing mengevakuasi kantor Rusia – BBC, Bloomberg, Radio Liberty,” kata laporan OVD-Info.

Sebagai perbandingan, Kementerian dalam negeri Rusia mengatakan sebelumnya bahwa polisi telah menahan sekitar 3.500 orang, termasuk 1.700 di Moskow, 750 di St Petersburg dan 1.061 di kota-kota lain.

Kementerian dalam negeri mengatakan 5.200 orang telah mengambil bagian dalam protes.