Nihayatul Wafiroh Sebut Iklan Humas Polresta Banyuwangi Bias Gender

    (Foto: Istimewa)

    Berita Baru, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh menyebut iklan Humas Polresta Banyuwangi di Radar Banyuwangi sebagai bias gender. Hal tersebut diungkapkan langsung melalui unggahan yang dipostingnya di akun Instagram pribadinya, Jumat (22/5).

    Bahkan, Nihayatul Wafiroh menanyakan apakah Humas Polresta sebegitu tumpul kreatifitasnya sehingga membuat iklan (sorry to say) yang tidak elok. Nihayatul Wafiroh menyebutnya “sampah?”

    “Iklan ini mengukuhkan beberapa stereotype bias gender yang selama ini melekat di masyarakat. Pemisahan ruang publik adalah dominasi laki-laki, dan ruang private (dalam rumah) wilayah perempuan. Buktinya yang diasumsikan keluar rumah adalah laki-laki. Lalu bagaimana kalau dalam kondisi tertentu perempuan yang harus bekerja ke luar rumah? Kenapa tidak ada statemen JANGAN KELUAR RUMAH, SUAMIMU AKAN JADI DUDA?,” terangnya.

    Lebih jauh, dia melihat bahwa iklan ini bagian dari diskriminasi karena hanya diperuntukkan kepada keluarga yang memiliki pasangan.

    “Apakah perempuan atau laki-laki yang tidak memiliki pasangan akan lebih imun dari Korona, sehingga mereka bisa pergi kemana-mana?” imbuhnya.

    Berita Terkait :  Update Covid-19 Dunia Versi John Hopkins University, Brasil Melonjak

    Nihayatul Wafiroh berpendapat bahwa dalam iklan tersebut, seolah-olah perempuan dan janda, diletakkan pada posisi yang sangat lemah, dan itu sangat menakutkan jika mereka sampai kehilangan suami.

    “Padahal banyak perempuan yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga satu-satunya. Banyak contoh yang membuktikan, perempuan janda lebih bisa mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan baik, sebab perempuan bisa jadi Ibu dan Bapak sekaligus,” tegasnya
    .
    Memang, jika dibaca secara teliti dan menggunakan nalari, kalimat dalam iklan tersebut laki-laki diletakkan sebagai kelompok yang lebih rentan dari pada perempuan. Padahal baik laki-laki dan perempuan memiliki kerentanan yang sama dalam terkena covid-19.

    Lanjut Nihaya, semua jenis kelamin, semua rentang umur, semua strata sosial, semua orientasi seksual tidak ada yang imun dari Covid-19.
    .
    Dengan unggahannya itu, Nihaya berharap polisi bisa terketuk hatinya. Bagaimana perasaan Polisi Wanita (Polwan) ketika baca iklan ini? Ingat anggota polisi bukan hanya laki-laki saja.

    Di akhir unggahannya, Nihaya menegaskan, bahwa secara universal, iklan Polresta tersebut tidak memberikan pesan apapun soal penanganan Covid-19, kecuali hanya menunjukkan kekerdilan cara berpikir sebagian anggota polisi yang membuat iklan ini.

    Berita Terkait :  Kriteria Penerima Bansos COVID-19 Menurut Mensos
    View this post on Instagram

    Pagi ini cukup shock (bukan hanya kaget) ketika membaca iklan layanan masyarakat dari Humas Polresta Banyuwangi yang ada di Radar Banyuwangi. . "JANGAN KELUAR RUMAH, ISTERIMU AKAN JADI JANDA KARENA KORONA" . Saya berpikir keras, apakah sebegitu tumpulnya kreatifitas dari Humas Polresta sehingga membuat iklan (sorry to say) sampah banget begini?. Iklan ini mengukuhkan beberapa stereotype bias gender yang selama ini melekat di masyarakat. Pertama, soal pemisahan ruang publik adalah dominasi laki-laki, dan ruang private (dalam rumah) wilayah perempuan. Buktinya yang diasumsikan keluar rumah adalah laki-laki. Lalu bagaimana kalau dalam kondisi tertentu perempuan yang harus bekerja ke luar rumah? Kenapa tidak ada statemen JANGAN KELUAR RUMAH, SUAMIMU AKAN JADI DUDA ?. . Kedua, iklan ini diskriminasi karena hanya diperuntukkan kepada keluarga yang memiliki pasangan. Apakah perempuan atau laki-laki yang tidak memiliki pasangan akan lebih imun dari Korona, sehingga mereka bisa pergi kemana-mana ?. Ketiga, perempuan dan janda, diletakkan pada posisi yang sangat lemah, sehingga akan sangat menakutkan kalau mereka sampai kehilangan suami. Padahal banyak perempuan yang jadi tumpuan ekonomi keluarga satu-satunya. Banyak contoh yang membuktikan, perempuan janda lebih bisa mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan baik, sebab perempuan bisa jadi Ibu dan Bapak sekaligus. . Keempat, di iklan ini laki-laki diletakkan sebagai kelompok yang lebih rentan dari pada perempuan. Padahal baik laki-laki dan perempuan memiliki kerentanan yang sama dalam terkena covid-19. Semua jenis kelamin, semua rentang umur, semua strata sosial, semua orientasi seksual tidak ada yang imun dari covid-19. . Kelima, ingin mengetuk hati polisi, bagaimana perasaan Polisi Wanita (Polwan) ketika baca iklan ini? Ingat anggota polisi bukan hanya laki-laki saja. Keenam, saya ingin menegaskan kalau iklan Polresta ini tidak memberikan pesan apapun soal penanganan covid, selain menunjukkan kekerdilan cara berpikir sebagian anggota polisi yang membuat iklan ini. . Untuk perempuan-perempuan baik yang single maupun memiliki pasangan, jaga diri anda, keluarga anda dan orang-orang yang anda cintai.

    A post shared by Nihayatul Wafiroh (@ninikwafiroh) on

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan