Menteri Desa Apresiasi Terobosan Bupati Kubu Raya

-

Berita Baru, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) memiliki rutinitas setiap hari Senin untuk melakukan video-conference dengan Kepala Desa dan Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, secara bergiliran.

Pada awal pekan ketiga bulan Februari lalu, Menteri Desa melakukan video-conference dengan Kepala Desa di Kabupaten Toju Una-Una, Belitung dan Boyolali, serta Bupati Kubu Raya.

“Siang ini saya teleconference dengan Kepala Desa se Tojo Una Una, Kepala Desa Tampaksiring Gianyar Bali, Bupati Kubu Raya, Kepala Desa Kacang Buron Belitung, Kepala Desa Tanjung Pecinan, dan Kepala Desa Pagerjurang Musuk Boyolali”. Tutur Menteri asal Jombang tersebut.

Suasana video-conference di Kementrian Desa PDTT di Jakarta.

Tujuan dari video-conference Senin siang tersebut adalah mendialogkan progres penyaluran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2020, serta arah penggunaannya.

Berita Terkait :  Omnibus Law Bahayakan Investasi Berkelanjutan di Indonesia

“Kami berdialog tentang Dana Desa dan pemanfaatnya di Tahap pertama. Saya menyarankan kepada seluruh Kepala Desa agar penggunaanya diprioritaskan pada Padat Karya untuk percepatan ekonomi desa”. Lanjut Menteri Halim.

Berita Terkait :  Begini Mekanisme Penyaluran BLT Dana Desa bagi Terdampak Covid-19

Pembicaraan semakin menarik ketika kesempatan dialog tiba untuk Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Bang Muda, panggilan akrab Bupati Kubu Raya tersebut melaporkan bahwa pemerintah daerah telah berhasil melakukan penyaluran Dana Desa secara tepat waktu dan menjadi yang tercepat se-Kalimantan Barat, karena telah diantisipasi persiapannya sejak bulan September 2019 lalu.

“Ini memang kami persiapkan sejak September 2019 lalu. Karena dengan persiapan Peraturan Bupati yang lebih cepat dan sosialisasi penggunaan dana dan tata caranya pada desa, maka bisa mempercepat penyusunan RKPDes dan ABPDes”. Tutur Bang Muda.

Berita Terkait :  Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Jokowi Pecat Yassona Laoly

Bang Muda juga menceritakan, dari 117 desa di Kubu Raya, telah ada 28 desa yang mengelola Dana Desa dengan transaksi nontunai. Ditargetkan tahun 2020 seluruh desa akan menerapkan sistem transaksi tersebut.

Berita Terkait :  Pertamina Siap Sambut Pekerja Chevron Pacific Indonesia

“Sehingga pada akhirnya kami berharap Dana Desa yang totalnya di Kubu Raya ini ada Rp 134 miliar dan Alokasi Dana Desa Rp 84 miliar dapat dimaksimalkan”. Lanjutnya.

Bupati Kubu Raya, ketika mengikuti video-conference.

Menteri Abdul Halim menyatakan, kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Kementerian Desa, akan mengampanyekan ke seluruh Indonesia daerah-daerah yang dinilai sukses, termasuk Kabupaten Kubu Raya.

Karena itu, dirinya berharap Kubu Raya dapat menjadi kabupaten pertama yang total pengelolaan Dana Desanya menggunakan transaksi nontunai.

Berita Terkait :  Gus Menteri Minta Relawan Desa Lawan COVID-19 Kolaborasi dengan Satgas

“Sukses selalu untuk Pak Bupati, inovasinya luar biasa. Menanjak terus Kubu Raya. Naik terus tidak boleh turun”. Ucapnya. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Bupati Kubu Raya Minta Warga Taati Protokol Kesehatan Saat Idul Fitri

TERBARU