Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menkes Terangkan Perkembangan Serapan Anggaran Kemkes Tahun ini
Foto: DW

Menkes Terangkan Perkembangan Serapan Anggaran Kemkes Tahun ini



Berita Baru, Jakarta — Dalam rapat yang diketuai Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena ini, Menkes menerangkan perkembangan serapan anggaran Kemkes pada tahun ini.

Menururtnya, setelah APBN-P, pagu Kemkes yang awalnya hanya sebesar Rp 76,5 triliun mendapatkan tambahan anggaran dari bagian anggaran bendahara umum negara untuk penanganan COVID-19.

Tahap pertama Kemkes mendapat tambahan Rp. 1,9 triliun, dan tahap kedua sebesar Rp. 23,7 triliun. Selain itu juga, ada penyesuaian target badan layana umum (BLU) sebesar Rp. 952,4 miliar, sehingga total anggaran Kemkes di 2020 hingga 29 Agustus adalah Rp 103,2 triliun.

Dari total anggaran tambahan yang diberikan untuk penangaan COVID-19 sebesar Rp. 2,56 triliun tersebut, hingga tanggal 15 September 2020 akan terealisasi sebesar 30,2 persen.

“Kami terus lakukan percepatan untuk penyerapan anggaran, sehingga diharapkan akan terus meningkat di bulan bulan berikutnya. Kemkes dengan akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menyukseskan program dan anggaran yang telah disepakati,” terang Menkes.

Untuk merealisasi anggaran Kemkes tahun 2020, Menkes menerangkan, hingga 29 Agustus baru sebesar Rp. 53,16 triliun atau 51,49 persen. Realisasi terbesar pada bansos atau iuran bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI) pada BPJS Kesehatan.

Untuk realisasi anggaran unit utama menurut Menkes ada dua versi serapan, yaitu versi realisasi murni dan realisasi murni yag ditambahkan potensial realisasi dari nilai kontrak yang belum dibayarkan atau outstanding contract.

Total realisasi murni Kemkes hingga 29 Agustus sebesar Rp 53,16 triliun atau 51,49 persen. Namun apabila ditambahkan dengan outstanding contract, maka potensi realisasi total saat ini adalah 53,28 persen.

Pada 2021 nanti, Kemkes mempunyai sejumlah prioritas kegiatan. Yang pertama adalah penguatan program JKN-KIS. Kedua, meningkatan kesehatan ibu, anak dan bayi difokuskan pada penurunan angka kematian ibu dan angka kematian balita.

Prioritas lainnya adalah perbaikan gizi masyarakat termasuk pencegahan stunting. Kemudian, peningkatan pengendalian penyakit termasuk Covid-19. Juga dilakukan penguatan health security dalam penanganan pandemi. Kelima penguatan gerakan masyarakat hidup sehat. Keenam peningkatam sistemkesehatan

“Anggaran (untuk program-program Kemkes) disusun berdasar eviden based, sehingga reaalisasi penyerapannya akan sesuai kebutuhan,” kata Menkes.