Berita

 Network

 Partner

Kurangi Ketergantungan Pada Rusia, Uni Eropa Bergerak Atasi Krisis Energi
Ilustrasi: Sputnik/Ivan Rudnev.

Kurangi Ketergantungan Pada Rusia, Uni Eropa Bergerak Atasi Krisis Energi

Berita Baru, Brussel – Uni Eropa mulai bergerak mengatasi krisis harga energi yang melonjak dalam beberapa hari mendatang dengan beberapa rencana strategis termasuk ketergantungan mereka pada Rusia.

Sebelumnya, pada hari Rabu (22/9), Para Menteri Energi Uni Eropa bertemu di sebuah kastil Alpine di Slovenia, berjanji untuk mengurangi ketergantungan mereka pada gas asing, khususnya monopoli gas negara Rusia, Gazprom, yang telah dituduh melakukan manipulasi pasar, memperburuk krisis.

Rusia menyediakan 41 persen gas UE, tetapi blok tersebut belum memiliki sumber energi alternatif yang cukup untuk menutup kesenjangan tersebut.

Namun, rencana Uni Eropa itu dinilai tidak mempertimbangkan langkah-langkah khusus untuk mengatasi kekurangan karbon dioksida.

Berita Terkait :  Mengenal Kepribadian dari Selera Musik, Kamu Suka Genre Musik Apa?

“Kami telah melihat kenaikan harga yang sangat besar,” kata Kepala Tim Energi di Organisasi Konsumen Eropa, Dimitri Vergne, dikutip dari iNews Inggris, Jumat (24/9).

Atas situasi tersebut, Komisaris Energi UE Kadri Simpson diharapkan untuk mengungkap ‘segudang stragtegi’ untuk menanggapi hal tersebut, seperti penyesuaian pajak pertambahan nilai (PPN), bea cukai, dan bantuan langsung kepada konsumen yang dapat diambil oleh negara-negara UE untuk mengatasi lonjakan harga energi.

Lonjakan harga energi gas telah berdampak pada pasokan CO2 di Inggris, menghambat transportasi makanan, tetapi meskipun dua distributor gas terbesar dunia, Nippon Gases dan Yara, mengatakan bahwa kekurangan ini menyebar, pejabat Uni Eropa mengatakan mereka tidak namun prihatin untuk blok tersebut.

Berita Terkait :  Indonesia Siap Lawan Uni Eropa Soal Pembatasan Produk Biodiesel

Harga gas grosir, melonjak enam kali lipat di Spanyol dan di tempat lain, dan masih bisa bisa naik lebih tinggi saat musim dingin mendekat.

“Ini mengkhawatirkan menjelang musim dingin, ketika konsumsi gas tentu akan meningkat,” imbuh Dimitri Vergne.

Sementara ini, masing-masing negara Uni Eropa  sudah melakukan intervensi untuk meredakan krisis energi.

Spanyol misalnya, sudah mengambil langkah-langkah darurat untuk membatasi harga dan keuntungan energi. Lalu Prancis telah menjanjikan pembayaran satu kali sebesar €100 (£86) untuk rumah tangga yang kesulitan membayar. Sementara Italia dan Yunani juga akan mengumumkan rencana serupa.

Perlu diketahui, energi gas menyumbang lebih dari seperlima dari bauran energi UE. Namun bervariasi di seluruh blok dalam hal jumlah.

Berita Terkait :  Ratusan Koala di Australia Diduga Mati Karena Kebakaran Hutan

Bahan bakar fosil memiliki pangsa marjinal di Swedia, Prancis, dan Luksemburg, tetapi mengambil lebih dari 60 persen dari total produksi di Belanda, Polandia, Malta dan Siprus.

Sebelumnya, pada hari Rabu (22/9), Para Menteri Energi Uni Eropa bertemu di sebuah kastil Alpine di Slovenia, berjanji untuk mengurangi ketergantungan mereka pada gas asing, khususnya monopoli gas negara Rusia, Gazprom, yang telah dituduh melakukan manipulasi pasar, memperburuk krisis.

Rusia menyediakan 41 persen gas UE, tetapi blok tersebut belum memiliki sumber energi alternatif yang cukup untuk menutup kesenjangan tersebut.