Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

KKN Unigoro di Desa Wonocolo Fokus Atasi Tanah Longsor dan Pengelolaan Limbah RT
Pembukaan KKN-TK di Desa Wonocolo Senin Pagi (17/7)

KKN Unigoro di Desa Wonocolo Fokus Atasi Tanah Longsor dan Pengelolaan Limbah RT



Berita Baru, Wonocolo – Universitas Bojonegoro (Unigoro) dan Desa Wonocolo melakukan kolaborasi dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) 2023.

Pada acara pembukaan penerjunan KKN-TK tersebut dihadiri oleh Camat Kecamatan Kedewan, Kapolsek Kedewan, Danramil Kecamatan Kedewan, dan seluruh perangkat desa. Upacara pembukaan dilangsungkan di pendopo desa pada pukul 08.00 pagi.

Universitas Bojonegoro menugaskan Kelompok 12, yang terdiri dari mahasiswa program studi Kimia, Ilmu Lingkungan, dan Teknik Sipil, untuk menjalankan proyek desa ramah lingkungan. Dalam proyek ini, mereka akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, M. Bakhru Thohir.

Selain menghadapi masalah tanah longsor, kepala desa juga mengungkapkan potensi lain yang dimiliki oleh Wonocolo, yaitu kebun alpukat. Desa juga ingin mengajak kolaborasi dalam pengelolaan limbah organik. Kelompok 12 berencana untuk melakukan pelatihan eco-enzim dari limbah organik rumah tangga.

Dewi Fatmawati, ketua Kelompok 12, menjelaskan bahwa mereka akan berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dalam pelatihan eco-enzim. Eco-enzim ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah, tetapi juga akan digunakan untuk membersihkan sumur-sumur mati yang telah mencemari tanah di Desa Wonocolo.

Desa Wonocolo dikenal sebagai “Texasnya Bojonegoro” karena keberadaan sumur penambangan minyak tradisional yang menyerupai kondisi di Texas masa lalu. Namun, sumur minyak tersebut juga menimbulkan masalah, salah satunya adalah pencemaran permukaan tanah akibat sisa minyak. Kelompok 12 berharap dapat mengurangi tingkat pencemaran dengan menerapkan eco-enzim.

Selain itu, kepala desa dan Camat juga berpesan kepada Kelompok 12 agar menciptakan program yang dapat memberdayakan masyarakat. Mereka juga diingatkan untuk memahami budaya dan tradisi masyarakat dalam merencanakan kegiatan, serta berbaur dengan masyarakat setempat.

KKN-TK ini akan berlangsung selama sekitar 1 bulan dan akan diakhiri dengan perayaan 17 Agustus yang diisi dengan berbagai lomba bertema mencintai alam, demikian disampaikan Dewi Fatmawati.