Kirim Surat ke DPR, Presiden Jokowi Ajukan Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) (Foto: ANTARA)

Berita Baru, Jakarta – Presiden Jokowi mengirimkan surat kepada DPR RI terkait pemilihan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Surat tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, Rabu (13/1).

Puan Maharani saat menggelar jumpa pers di gedung DPR/MPR mengaku telah menerima surat dari Presiden Joko Widodo. Dalam suratnya itu, Presiden Jokowi mengajukan nama Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kepala Polri.

Puan mengaku, dalam waktu 20 hari ke depan DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada Listyo. Uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan Komisi III.

Listyo saat ini masih menjabat sebagai Kepala Bareskirm Mabes Polri, ia menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi.

Menurut Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, Listyo merupakan satu calon dari 13 perwira polisi bintang tiga yang ada di Polri yang masuk radar Komisi Kepolisian Nasional.

Ke-13 nama itu adalah Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono (Wakapolri), Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim), dan Komjen Agus Andrianto (Kabarhakam Polri), Komjen Agung Budi Maryoto (Irwasum Polri), Komjen Rycko Amelza Dahniel (Kabaintelkam Polri), dan Komjen Arief Sulistyanto (Kalemdiklat Polri).

Lalu ada Komjen Boy Rafli Amar (Kepala BNPT), Komjen Bambang Sunarwibowo (Sestama BIN), Komjen Didid Widjanardi (Sestama Lemhanas), Komjen Petrus Reinhard Golose (Kepala BNN), Komjen Dharma Pongrekun (Wakil Kepala BSSN), Komjen Firli Bahuri (Ketua KPK), dan Komjen Andap Budhi Revianto (Irjen Kemenkumham).

Kompolnas menyaring ke-13 nama perwira itu dengan mempertimbangkan kriteria dan masukan dari sejumlah pihak. Di antaranya para polisi aktif yang akan dipimpin oleh Kapolri baru; tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perwakilan media, akademisi; dan para purnawirawan Polri yang diwakili mantan para Kapolri dan Wakapolri.

Untuk mencari masukan itu, Kompolnas menggelar tiga kali diskusi publik. Dari hasil diskusi itu kemudian mereka merumuskan kriteria-kriteria calon Kapolri. Hasil rumusan kriteria itu lalu digodok di internal Kompolnas.

“Kami menyerahkan lebih dari satu nama,” kata Albertus.

Dari 13 nama itu, Kompolnas mengajukan lima nama kepada Presiden pada Kamis (7/1). Mereka adalah Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafly Amar, Kabareskrim Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kalemdiklat Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, dan Kabarhakam Komisaris Jenderal Agus Andrianto.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini