Kirab Koin Muktamar NU ke-34, Murni Jariyah Jama’ah NU kepada Jam’iyah

    Berita Baru, Gresik – Perjalanan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Gresik dalam rangka mengawal dan menyukseskan Gerakan Koin Muktamar NU ke-34 di Lampung menjadi sorak gempita tersendiri bagi warga NU Gresik. PCNU Gresik menggalang koin hingga ke tingkat ranting di desa-desa, bahkan majlis-majlis tahlil dan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Maarif NU pun turut terpanggil.

    Penggalangan koin merupakan tugas bagi PCNU dan Lazisnu dalam pengawalan suksesi gerakan Koin Muktamar NU ke-34 sesuai intruksi PBNU. PCNU Gresik sendiri telah koordinasi, mengatur jadwal, hingga terjun ke 16 MWC NU se Kabupaten Gresik untuk mengawal Kotak Kubus bertuliskan Koin Muktamar NU ke-34.

    Dari pengamatan Beritabaru.co, ratusan warga pun berkumpul di lokasi titik kumpul ikut mengarak kotak besar keliling desa. Berbagai hiburan turut meriahkan acara, mulai Drumband, Pencak Silat Pagar Nusa, dan Tabuhan Rebana iringi sholawat badar tak pernah absen di setiap lokasi kirab Koin Muktamar NU di 8 Kecamatan itu.

    Hal ini menjadikan daya tarik bagi seluruh elemen, tidak terkecuali pengusaha, instansi pemerintah maupun partai politik.

    Dr. Syifaul Qulub, Wakil Sekretaris PCNU Gresik sekaligus Koordinator Gerakan Koin Muktamar NU mengatakan, Gerakan Koin Muktamar NU semata adalah gerakan kemandirian jam’iyah Nahdlatul Ulama melalui jariyah nahdliyah para jama’ahnya.

    “Tanpa mengurangi rasa hormat kami dan ta’dzim kami kepada para sesepuh masyayikh serta para stakeholder NU baik dunia industri maupun instansi pemerintah maupun partai politik mohon berkenan memberikan kesempatan pada NU untuk merevitalisasikan kemandirian berjam’iyah sebagai wujud keteladanan para muassis NU,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Afuk.

    Masih menurut Gus Afuk, kemandirian berjamiyah menjadi pilar penting dalam meneruskan perjuangan pengawalan nilai-nilai keislaman ala ‘Ahlissunnah Wal Jamaah Annahdliyah‘ sebagaimana amanat ayat ‘Jaahiduu fii sabilillah bii amwalikum,’ atau kemandirian jam’iyah, wa anfusikum yakni perilaku yang arif.

    “Maka bila para stakeholder dunia usaha dan industri instansi pemerintah maupun instansi partai politik bila ikut serta mensyiarkan dan berpartisipasi dalam gerakan kirab koin NU murni jariyah jama’ah NU pada jam’iyah, bukan institusinya. Keterlibatan lembaga maaf adalah siswa dan kader merupakan arena tarbiyah annahdliyah sehingga siswa dan santri kita semakin terpupuk rasa memiliki pada jam’iyah NU selanjut semakin terbentuk haliiyah nahdiyah di kemudian hari,” papar Gus Afuk yang juga Ketua STAI Daruttaqwa Suci Manyar Gresik.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini